CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Did You Know?

Visit Yogyakarta / Jogja

Terima kasih Pengunjungku :

Custom Search

Saturday, August 30, 2008

"Marhaban yaa Ramadhan ..Mohon Maaf Lahir Batin"



MARHABAN YA RAMADHAN

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "marhaban" diartikansebagai "kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu (yangberarti selamat datang)." Ia sama dengan ahlan wa sahlan yangjuga dalam kamus tersebut diartikan "selamat datang." Walaupun keduanya berarti "selamat datang" tetapipenggunaannya berbeda. Para ulama tidak menggunakan ahlan wasahlan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, melainkan"marhaban ya Ramadhan". Ahlan terambil dari kata ahl yang berarti "keluarga",sedangkan sahlan berasal dari kata sahl yang berarti mudah.Juga berarti "dataran rendah" karena mudah dilalui, tidakseperti "jalan mendaki". Ahlan wa sahlan, adalah ungkapanselamat datang, yang dicelahnya terdapat kalimat tersiratyaitu, "(Anda berada di tengah) keluarga dan (melangkaLkar1kaki di) dataran rendah yang mudah." Marhaban terambil dari kata rahb yang berarti "luas" atau"lapang", sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu disambutdan diterima dengan dada lapang, penuh kegembiraan sertadipersiapkan baginya ruang yang luas untuk melakukan apa sajayang diinginkannya. Dari akar kata yang sama dengan"marhaban", terbentuk kata rahbat yang antara lain berarti"ruangan luas untuk kendaraan, untuk memperoleh perbaikan ataukebutuhan pengendara guna melanjutkan perjalanan." Marhaban yaRamadhan berarti "Selamat datang Ramadhan" mengandung artibahwa kita menyambutnya dengan lapang dada, penuh kegembiraan;tidak dengan menggerutu dan menganggap kehadirannya"mengganggu ketenangan" atau suasana nyaman kita. Marhaban ya Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu,karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuhguna melanjutkan perjalanan menuju Allah Swt. Ada gunung yang tinggi yang harus ditelusuri guna menemui-Nya,itulah nafsu. Di gunung itu ada lereng yang curam, belukaryang lebat, bahkan banyak perampok yang mengancam, serta iblisyang merayu, agar perjalanan tidak melanjutkan. Bertambahtinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan,semakin curam dan ganas pula perjalanan. Tetapi, bila tekadtetap membaja, sebentar lagi akan tampak cahaya benderang, dansaat itu, akan tampak dengan jelas rambu-rambu jalan, tampaktempat-tempat indah untuk berteduh, serta telaga-telaga jernihuntuk melepaskan dahaga. Dan bila perjalanan dilanjutkan akanditemukan kendaraan Ar-Rahman untuk mengantar sang musafirbertemu dengan kekasihnya, Allah Swt. Demikian kurang lebihperjalanan itu dilukiskan dalam buku Madarij As-Salikin. Tentu kita perlu mempersiapkan bekal guna menelusuri jalanitu. Tahukah Anda apakah bekal itu? Benih-benih kebajikan yangharus kita tabur di lahan jiwa kita. Tekad yang membaja untukmemerangi nafsu, agar kita mampu menghidupkan malam Ramadhandengan shalat dan tadarus, serta siangnya dengan ibadah kepadaAllah melalui pengabdian untuk agama, bangsa dan negara.Semoga kita berhasil, dan untuk itu mari kita buka lembaranAl-Quran mempelajari bagaimana tuntunannya.

sumber : http://media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Puasa1.html

PUASA MENURUT AL-QURAN

2 Comments:

  1. dede said...
    AS kum...
    selamat menunaikan ibadah puasa bu guru, semoga amal ibadahnya di terima Allah SWT, salam kenal kembali dari saya yang asli ciamis,.makasih udah berkunjung .hehehe

    Wasalam
    tyas said...
    selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan yaa..
    semoga bulan Ramadhan kali ini menjadi bulan yg penuh berkah buat kita semua...
    maaf lahir batin yaa..

Post a Comment



My Video Channel:

Watch videos at Vodpod and more of my videos

KOMPAS.com - Sains

Info Pendidikan

About Singkong Indonesia (MSI)