Did You Know?
Terima kasih Pengunjungku :
Custom Search
Showing posts with label Greenhouse effect. Show all posts
Showing posts with label Greenhouse effect. Show all posts
Friday, November 6, 2009
Global Warming
Global Warming (Pemanasan global) adalah proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Pemanasan Global terjadi karena ”Greenhouse Effect” (Efek rumah kaca) yang disebabkan meningkatnya pencemaran udara dari emisi gas-gas seperti karbondioksida, metana, dinitrooksida, CFC sehingga energy matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.
Dampak serius akibat global warming ini telah terjadi, pelelehan es di kutub, kenaikan permukaan air laut, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna, migrasi hama penyakit, dan sebagainya.
Go Green
Global Warming tidak bisa dicegah lagi karena sudah
terlanjur terjadi. Langkah pencegahan, lebih tepat di katakan sebagai ”langkah pengendalian” agar Global Warming tidak menjadi semakin parah dampaknya.
Sadar akan dampak dari pemanasan global, Sekolah Al Zahra Indonesia kini aktif melaksanakan aksi peduli lingkungan melalui kegiatan ”Al Zahra Indonesia Go Green”.
Sekolah Al-Zahra Indonesia, Vila Dago di Tangerang Selatan (Tangsel) adalah sekolah yang "Peduli dan Ramah lingkungan", terbukti dengan meraih nama baik dalam LOMBA SEKOLAH SEHAT pada unit TK ( 6 besar se-Propinsi Baten, tahun 2009 ) dan Unit SD (Juara II Kabupaten Tangerang tahun 2007 ).
Sudah selayaknya bila Sekolah Al-Zahra Indonesia, Vila Dago menjadi sekolah percontohan bagi sekolah-sekolah yang ada di Kabupatren/ Kota Tangerang Selatan, melakukan tindakan pencegahan ”global warming”.
Kegiatan yang telah dilakukan adalah mensosialisasikan tentang bahaya pemanasan global (global warming), mengajak seluruh siswa sekolah, mulai dari TK, SD, SMP Al Zahra Indonesia untuk menghijaukan lingkungan sekolah dengan menanam berbagai jenis pohon serta selalu menjaga keindahan, kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pembentukan Kelompok Siswa
Siswa Sekolah Al Zahra Indonesia dibagi dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok memilik satu guru pembimbing. Sekolah menyediakan lahan yang akan di tanami, kemudian penanaman di lakukan oleh masing-masing kelompok sesuai jenis tanaman yang ditentukan.
Setiap kelompok membuat deskripsi tanaman dan menjaga, merawat tanamannya, serta mencatat hasil pengamatan pada tanamannya setiap minggu lalu melaporkan hasil pengamatan kepada guru pembimbing.
Tentunya semua program ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa peran serta pemerintah (Kelurahan, Kecamatan, Pemda Tangerans Selatan, Pem.Provinsi Banten), Dinas Terkait (Kesehatan, dan Pertanian), Pengusaha, serta masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan Global Warming.
Global Warming (Pemanasan global) adalah proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Pemanasan Global terjadi karena ”Greenhouse Effect” (Efek rumah kaca) yang disebabkan meningkatnya pencemaran udara dari emisi gas-gas seperti karbondioksida, metana, dinitrooksida, CFC sehingga energy matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.
Dampak serius akibat global warming ini telah terjadi, pelelehan es di kutub, kenaikan permukaan air laut, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna, migrasi hama penyakit, dan sebagainya.
Go Green
Global Warming tidak bisa dicegah lagi karena sudah
terlanjur terjadi. Langkah pencegahan, lebih tepat di katakan sebagai ”langkah pengendalian” agar Global Warming tidak menjadi semakin parah dampaknya.Sadar akan dampak dari pemanasan global, Sekolah Al Zahra Indonesia kini aktif melaksanakan aksi peduli lingkungan melalui kegiatan ”Al Zahra Indonesia Go Green”.
Sekolah Al-Zahra Indonesia, Vila Dago di Tangerang Selatan (Tangsel) adalah sekolah yang "Peduli dan Ramah lingkungan", terbukti dengan meraih nama baik dalam LOMBA SEKOLAH SEHAT pada unit TK ( 6 besar se-Propinsi Baten, tahun 2009 ) dan Unit SD (Juara II Kabupaten Tangerang tahun 2007 ).
Sudah selayaknya bila Sekolah Al-Zahra Indonesia, Vila Dago menjadi sekolah percontohan bagi sekolah-sekolah yang ada di Kabupatren/ Kota Tangerang Selatan, melakukan tindakan pencegahan ”global warming”.Kegiatan yang telah dilakukan adalah mensosialisasikan tentang bahaya pemanasan global (global warming), mengajak seluruh siswa sekolah, mulai dari TK, SD, SMP Al Zahra Indonesia untuk menghijaukan lingkungan sekolah dengan menanam berbagai jenis pohon serta selalu menjaga keindahan, kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pembentukan Kelompok SiswaSiswa Sekolah Al Zahra Indonesia dibagi dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok memilik satu guru pembimbing. Sekolah menyediakan lahan yang akan di tanami, kemudian penanaman di lakukan oleh masing-masing kelompok sesuai jenis tanaman yang ditentukan.
Setiap kelompok membuat deskripsi tanaman dan menjaga, merawat tanamannya, serta mencatat hasil pengamatan pada tanamannya setiap minggu lalu melaporkan hasil pengamatan kepada guru pembimbing.
Tentunya semua program ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa peran serta pemerintah (Kelurahan, Kecamatan, Pemda Tangerans Selatan, Pem.Provinsi Banten), Dinas Terkait (Kesehatan, dan Pertanian), Pengusaha, serta masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan Global Warming.Labels: global warming, go green, Greenhouse effect, pemanasan global
Wednesday, July 15, 2009
The Earth's Greenhouse EffectSebenarnya yang dikenal sebagai “gas rumah kaca”, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka bumi ini.
Mencairnya salju di Greenland
Kita semua tahu bersama tentang permasalahan yang dialami oleh bumi yang sedang marak diperbincangkan, akrab dipanggil oleh masyarakat dunia dengan sebutan
global warming. IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) melaporkan penelitiannya bahwa suhu bumi saat ini mencapai 0,15 - 0,30 C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis mencair. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi krisis kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat.Pulau-pulau di Indonesia Tenggelam
Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam seluruhnya.Kemungkinan tenggelamnya sekitar 2.000 pulau di Indonesia pada 2030-2050 disebabkan dampak pemanasan global bukan sekadar isapan jempol. Hasil pendataan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dalam dua tahun terakhir menunjukkan, sudah 24 pulau tenggelam karena penggalian pasir, abrasi, dan perubahan alam. Luas wilayah pulau-pulau lainnya juga berkurang.
Upaya Mengurangi Efek Global Warming
Kita bisa meminimalisir terjadinya perkembangan dari efek global warming tersebut dengan memulai dari hal yang terkecil terlebih dahulu seperti :
1. Menggunakan aliran listrik seperlunya, jika memang penggunaan listrik sudah tidak diperlukan lagi lebih segera dimatikan. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan bakar fosil penyumbang besar emisi.

2. Mengganti bola lampu menjadi berjenis CFL dan disesuaikan dengan daya listrik. Pemakaian bola lampu berjenis ini dapat menghemat penggunaan listrik.
3. Membersihkan bola lampu, karena debu bisa mengurangi tingkat pencahayaan hingga 5%.
4. Jika terpaksa memakai pendingin ruangan atau AC (Air Conditioner). Sebelumnya pastikan pintu dan jendela dalam keadaan tertutup pada saat pendingin ruangan dinyalakan.
5. Mengatur penggunaan alat elektronik menggunakan fasilitas timer, seperti untuk AC, microwave, oven, magic jar, dan lain sebagainya.
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Mulailah mencoba dalam menanam pohon atau tanaman disekitar lingkungan.
8. Mengeringkan pakaian diluar rumah agar terkena hembusan angin dan sorotan panas matahari, karena itu lebih baik daripada menggunakan mesin (dryer) yang dapat mengeluarkan emisi karbon dalam jumlah yang cukup banyak.
9. Pergunakan kendaraan umum untuk mengurangi polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan-kendaraan bermotor.
10. Menghemat penggunaan kertas, karena proses pembuatan kertas membutuhkan biaya yang cukup besar, ditambah lagi bahan dasar sehingga bisa terbentuknya kertas berasal dari kayu yang dimiliki oleh pepohohonan.
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah-sampah yang berasal dari plastik menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Kita juga dapat mengumpulkannya dan mendaur ulang kembali sampah-sampah plastik yang telah dikumpulkan.
Untuk lebih dalam lagi mengulas tuntas tentang global warming, silahkan mendownload E-Book gratisnya disini. Selamat membaca!.. Semoga bermanfa'at.
"Save our World , Sekarang atau hancur sama sekali..!!!"
Referensi :
http://langitselatan.com/
http://groups.yahoo.com/group/tamasyaclub/message/2543
http://smkinfo.school-press.com/
http://wiroganteng.wordpress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)



