Did You Know?
Terima kasih Pengunjungku :
Custom Search
Showing posts with label Sekolah Unggulan. Show all posts
Showing posts with label Sekolah Unggulan. Show all posts
Friday, February 5, 2010
SD Al Zahra Indonesia Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)
2 comments Posted by Emilia SP at Friday, February 05, 2010Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Bagi anda yang tinggal di daerah Ciputat, Pamulang, BSD, Bintaro dan Tangerang Selatan sekitarnya, ada informasi tentang sekolah unggul yang bagus, bagi putra dan putri anda, yaitu sekolah Al Zahra Indonesia. Sekolah ini adalah tempat saya mengajar (sekalian promosi nih....he..he..he..).
Terletak di dalam komplek perumahan Vila Dago Pamulang, lingkungan sekolahnya sangat bersih dan sehat jauh dari kebisingan, disebelah nya terdapat mesjid raya Al-Kautsar, Sekolah Al Zahra Indonesia adalah sekolah yang mengutamakan nilai-nilai spiritualitas Islam dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bagi anda yang tinggal di daerah Ciputat, Pamulang, BSD, Bintaro dan Tangerang Selatan sekitarnya, ada informasi tentang sekolah unggul yang bagus, bagi putra dan putri anda, yaitu sekolah Al Zahra Indonesia. Sekolah ini adalah tempat saya mengajar (sekalian promosi nih....he..he..he..).
Terletak di dalam komplek perumahan Vila Dago Pamulang, lingkungan sekolahnya sangat bersih dan sehat jauh dari kebisingan, disebelah nya terdapat mesjid raya Al-Kautsar, Sekolah Al Zahra Indonesia adalah sekolah yang mengutamakan nilai-nilai spiritualitas Islam dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Visi Sekolah Al zahra Indonesia, adalah:
Misi Sekolah Al Zahra Indonesia adalah:
Perguruan Al Zahra Indonesia terdiri dari Kelompok bermain, Taman kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Program unggulan sekolah Al Zahra Indonesia adalah, berenang, komputer, melukis, agama, matematika dan IPA, outing class, assembly, serta ekstrakurikuler.
- Juara I, Menari se-Jabodetabek
- Juara I, melukis se-Jadobetabek
Mulai tahun pelajaran 2010 -2011 Sekolah Dasar Al Zahra Indonesia, Insya Allah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dengan empat mata pelajaran, matematika, IPA bahasa Inggris dan ICT menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.
"Membentuk generasi unggul yang memliki iman dan takwa dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga terbentuk manusia paripurna yang dikenal dengan insan kamil, sebagai calon pemimpin dunia, khalifatul fil ardh yang Rahmatan lil alamin"
Misi Sekolah Al Zahra Indonesia adalah:
- meningkatkan iman,ilmu dan amal
- mewujudkan ahlak mulia
- mewujudkan kultur sekolah yg kondusif
- menampilkan semangat kerja dan semangat belajar yang tinggi
Perguruan Al Zahra Indonesia terdiri dari Kelompok bermain, Taman kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Program unggulan sekolah Al Zahra Indonesia adalah, berenang, komputer, melukis, agama, matematika dan IPA, outing class, assembly, serta ekstrakurikuler.
Sebagai sekolah unggulan di kecamatan Pamulang dan Tangerang Selatan sekitarnya, Sekolah Al Zahra Indonesia, memiliki prestasi antara lain:
- Juara Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional.
- Juara I, Drumband se-Jabodetabek- Juara Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional.
- Juara I, Menari se-Jabodetabek
- Juara I, melukis se-Jadobetabek
Mulai tahun pelajaran 2010 -2011 Sekolah Dasar Al Zahra Indonesia, Insya Allah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dengan empat mata pelajaran, matematika, IPA bahasa Inggris dan ICT menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.
Monday, December 28, 2009
Sekolah unggulan yang sebenarnya, adalah sekolah yang dibangun secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya oleh pemegang otoritas pendidikan. Keunggulan akan dapat di capai apabila seluruh sumber daya sekolah dimanfaatkan secara optimal.
"Berarti tenaga pendidik, tenaga administrasi, pengembang kurikulum, kepala sekolah, dan penjaga sekolah pun harus dilibatkan secara aktif, karena sumber daya tersebut akan menciptakan iklim sekolah yang mampu membentuk keunggulan sekolah."
Kunci utama sekolah unggul adalah keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi siswa seoptimal mungkin, serta seimbang (tawazun).
Kurikulum Sekolah Unggulan
Kurikulum harus dirancang untuk membantu siswa mencapai perkembangan yang menyeluruh dan seimbang secara lebih luas dan mendalam (luas, terpadu, dan internasional).- Berdiferensiasi, melayani berbagai kemampuan dan bakat sesuai tingkat kemampuan dan kecerdasan anak/ Multiple Intelligences.
- Penekanan pada pertumbuhan intellectual (learning to know), berfokus pada pengajaran dan pengembangan potensi kecerdasan intelektual/ akademis, pengetahuan anak didik.
- Pertumbuhan emotional, spiritual (learning to be) berfokus pada penanaman nilai dan pengembangan moral spiritual anak didik.
- Pertumbuhan Physical/ Social (learning to do) berfokus pada pelatihan dan pengembangan fisikdan keterampilan anak didik.
- life skills dan pertumbuhan komunikasi (learning to live together) berfokus pada pengembangan keterampilan/ kecakapan hidup dan cara berkomunikasi dengan orang lain.
Salah satu cara untuk mengembangankan scientific and religious attitude adalah dengan memberlakkan anak seperti 'ilmuwan muda' sewaktu anak mengikuti pembelajaran IPA. Oleh karena itu, sistem pembelajaran yang perlu dikembangkan dengan baik yaitu active and cooperative learning, diantaranya:
- problem-based learning, yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang bersama-sama membentuk kelompok kecil memecahkan masalah dan merefleksikan pada pengalamannya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator.
- inquiry-based learning, pembelajaran yang aktif dan berpusat pada siswa, yang di fokuskan pada kegiatan bertanya atau berpikir kritis dan pemecahan masalah.
- project-based learning, pembelajaran yang di fokuskan pada pengembangan pembuatan produk atau pembuatan karya.
- ICT-based learning, proses pembelajaran didukung oleh fasilitas internet, LCD dan Hot spot program.
- creative Teaching Techniques, langkah-langkah pembelajaran dengan membiasakan anak didik melakukan; observation/experiment, recording, analysis, presentation & discussion.
- contextual teaching and learning, membantu mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia.
Guru yang Profesional dalam Sekolah UnggulanGuru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar, pendidik dan pelatih haruslah memiliki potensi-potensi sebagai berikut:
- Academic Potential, meliputi advanced and innovative knowledge, integrated and comprehensive knowledge, popular information, teaching-learning material development, selecting use of effective resource.
- Professional Potential, yaitu appopriate approaches, effective teaching methods application, creative, innovative teaching techniques, teaching administration, designing instruction, assessing student learning, local & international curriculum contents, teaching-learning information technology.
- Managerial Potential, yaitu student management, managing classroom procedures, classroom action research, instructional management.
- Social Potential, yaitu effective communications, facilitating students in cognitively simulating activities, school culture environment of respect and support.
- Ethical Potential, yaitu moral development (akhlaqul karimah), marhamah, sabar dan tabah, moeslem personality.
- Siswa harus meyakini konsep Ilahi sebagai satu kesatuan yang utuh (Rabbani).
- Siswa meyakini bahwa syariat Islam selalu berkaitan dan erat hubungannya dengan fitrah manusia.
- Siswa harus memiliki iman dalam alam pemikiran dan perasaannya dengan persepsi yang benar.
- Siswa harus memiliki rasa bangga kepada agamanya (Islam)
- Siswa harus senantiasa hati dan jiwa nya tertaut dan terkait dengan khaliqnya.
- Siswa harus memiliki disiplin yang tinggi dalam menjalani etika riset ilmiah
- Siswa harus senantiasa terkait hati dan jiwanya dengan Kitabullah.
Dalam pelaksanaan iklim dan kultur sekolah, ketentuan-ketentuan sekolah terhadap siswa dan guru ditetapkan sebagai berikut :
- Ikhlas melaksanakan perintah-perintah agama dan menjauhi larangan-larangannya.
- Patuh mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan.
- Bertanggung jawab penuh terhadap tugas-tugas yang diberikan.
- Tolong-menolong dalam kebaikan antar sesama teman, guru, serta staf-staf lainnya
- Membiasakan diri bersikap mandiri, hidup sederhana dan tidak berlebihan
- Membiasakan diri hidup tertib, bersih, rapih serta menjaga dan memelihara semua sarana dan fasilitas yang ada.
- Selalu berusaha meletakan sesuatu sesuai pada tempatnya
- Selalu melaksanakan sesuatu yang positif dengan hati yang senang dan gembira
- Selalu berbicara dan bertegur sapa dengan suara yang jelas, bahasa yang baik dan benar dan sopan, serta menghormati lawan bicara.
- Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar sekolah dengan cara senyum, sapa, dan senantiasa dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat.
- Drs. H. Syaichul Basyar M., Dalam Raker Tengah Tahun Pelajaran 2009/2010 - Yayasan Umara - Sekolah AlZahra Indonesia, Vila Dago Pamulang - Tangsel
- Sekolah Al-Zahra Indonesia, Viladago Pamulang, Tangerang Selatan
- Penjelasan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
Tuesday, November 24, 2009
Membangun Generasi Muda Kota Tangerang Selatan Melalui Pembinaan Pramuka
2 comments Posted by Emilia SP at Tuesday, November 24, 2009“Satukan langkah dan tekad membangun generasi muda Kota Tangerang Selatan yang handal dan berkualitas melalui pola pembinaan gerakan pramuka” - “Satyaku ku darmakan, darmaku ku baktikan”
Itulah tema dan moto yang di canangkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dalam acara ”KARANG PAMITRAN & HALAL BIHALAL” Kwarcab dengan para Pembina Pramuka se-Tangsel, pada tanggal 17 -18 Oktober 2009 di Cisarua Bogor..
Sebagai ketua panitia kegiatan kali ini adalah Kak Drs Sanaman, MPd, dan Sekretarisnya adalah Kak Ilham Suyatno, SPd serta Kak Ekawati Tias Utami Mpd sebagai Bendahara . Sedangkan perwakilan dari Sekolah Al Zahra Indonesia, adalah Kak Emilia SP, Kak Iwan Setiawan Amd serta Kak Kurniasari SPd. Kak Rosi dan Kak Etty Mh
Penyelenggaraan Karang Pamitran ini, dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan tambahan dan pengayaan bahan para Pembina selaku pelaksana kepramukaan di Gugus depan sebagai ujung tombak dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka.
Orientasi Karang Pamitran Pembina Kwarcab Tangerang Selatan
Dalam acara tersebut Ka Kwarcab Drs. H. Ahadi, MM. mengatakan :
“Karang Pamitran bagi para Pembina diharapkan dapat membawa pembaharuan ke arah yang lebih baik dan positif terhadap kemajuan kepramukaan itu sendiri.”
Ada beberapa tahapan pelatihan yang seharusnya diikuti oleh para Pembina pramuka agar dapat membina anggota pramuka di sekolah dengan maksimall, yaitu ; Kursus Menengah Dasar(KMD), Kursus Menengah Lanjutan(KML), Kursus Pelatih Dasar (KPD), Kursus Pelatih Lanjutan (KPL)
Berkaitan dengan hal di atas, KaKwarcab menambahkan:
“Akan dibuat undang-undang gerakan pramuka dan akan ada sertifikasi untuk Pembina pramuka, dimana Pembina pramuka merupakan salah satu tulang punggung kelangsungan generasi muda Indonesia. Karangpamitran itu sendiri merupakan forum pertemuan Pembina pramuka sebagai wadah untuk bertukar pikiran”
Dan harapannya adalah, agar para Pembina Pramuka bisa lebih memajukan lagi kegiatan-kegiatan kepramukaan, sehingga secara bertahap kegiatan kepramukaan akan bisa maju seperti yang diharapkan bersama.
Kak Ilham, S.Pd menyampaikan tujuan Orientasi Karang Pamitran ini antara lain: Untuk mengumpulkan data jumlah Pembina pramuka di Tangerang Selatan; Untuk menambah wawasan dan tukar pikiran, Pembina pramuka menjadi agen pembaharuan untuk pembangunan Kota Tangerang Selatan; dan Diharapkan dapat terjalin kerjasama yang erat antara gugus depan dengan Kwarran, dan Kwarcab serta Kwarnas.
Peran Serta Gerakan Pramuka Dalam Bidang Pendidikan
Bpk. Dadang Sofyan (Kadis Pendidikan Kota Tangsel),
menyampaikan, bahwa Kota Tangerang selatan ke depan diharapkan menjadi kota pelajar yang modern dan religius, dan diharapkan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan amal ibadah atau aplikasi keagamaan di sekolah dapat terus kita tingkatkan. Penjajahan di era sekarang adalah penjajahan intelektual dimana penjajahan seperti itu harus dilawan dengan pencapaian ilmu sedalam-dalamnya dan seluas luasnya guna menambah kompetensi kita.
Perlu adanya peningkatan keterampilan dalam menghadapi persaingan global, dalam hal ini Pramuka harus memiliki: Attitude yang baik; Tanggung jawab yang tinggi ; Disiplin yang tinggi; Kerjasama yang bagus; Kepedulian dan Kepekaan terhadap lingkungan
Sehingga setiap pemuda yang tergabung dalam pramuka adalah menjadi “pemuda pilihan bangsa.”
Peran Serta Gerakan Pramuka Dalam Bidang Kesehatan
Dalam acara ini Hj. Airin Rachmi Diany (yang juga Ketua PMI Kota Tangsel) menyampaikan:
”Kota Tangerang Selatan sebagai daerah otonomi baru diharapkan menjadi Kota Pendidikan yang modern dan religious, selain cerdas secara intelektual, juga diharapkan cerdas secara emosional dan spiritual. Tujuan dari gerakan pramuka adalah membentuk manusia yang berkepribadian baik, berwatak dan berbudi luhur yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat jasmani serta rohani”
Adapun prinsip dasar kepramukaan adalah: Takwa kepada Tuhan YME; Peduli terhadap bangsa dan tanah air, Peduli terhadap diri pribadinya; Taat terhadap kode kehormatan pramuka
Adapun metode kegiatan belajar dalam bidang kesehatan, yang digunakan dalam kepramukaan antara lain dengan, Metode ”learning by doing”, Metode di alam terbuka, Metode berkelompok/beregu, Metode keterampilan SKU (Syarat Kecakapan Umum), Metode terpisah (putra-puteri).
Salah satu cara membangun pendidikan di Tangerang Selatan adalah dengan dikembangkannya kegiatan kepramukaan di setiap sekolah melalui gugus depan sekolah yang bersangkutan.
Pembina pramuka yang baik diharapkan dapat membentuk kepribadian anak-anak didiknya, berkaitan dengan itu rencana kedepannya adalah akan diadakan uji sertifikasi untuk Pembina pramuka.
Hj. Airin menambahkan ”Rencananya akan ada peningkatan dana untuk Kepramukaan sehingga diharapkan ada peningkatan terhadap potensi SDM kita sebagai Pembina”
Untuk itu kita sebagai Pembina pramuka harus aktif mencari metode-metode atau motivasi untuk menumbuhkan minat kepada anak didik. Dengan demikian diharapkan kegiatan pramuka di Kota Tangerang Selatan dapat berkembang dan diminati oleh siswa.
Salam Pramuka ..!!! Semoga Bermanfaat....
Itulah tema dan moto yang di canangkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dalam acara ”KARANG PAMITRAN & HALAL BIHALAL” Kwarcab dengan para Pembina Pramuka se-Tangsel, pada tanggal 17 -18 Oktober 2009 di Cisarua Bogor..Sebagai ketua panitia kegiatan kali ini adalah Kak Drs Sanaman, MPd, dan Sekretarisnya adalah Kak Ilham Suyatno, SPd serta Kak Ekawati Tias Utami Mpd sebagai Bendahara . Sedangkan perwakilan dari Sekolah Al Zahra Indonesia, adalah Kak Emilia SP, Kak Iwan Setiawan Amd serta Kak Kurniasari SPd. Kak Rosi dan Kak Etty Mh
Penyelenggaraan Karang Pamitran ini, dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan tambahan dan pengayaan bahan para Pembina selaku pelaksana kepramukaan di Gugus depan sebagai ujung tombak dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka.
Orientasi Karang Pamitran Pembina Kwarcab Tangerang Selatan
“Karang Pamitran bagi para Pembina diharapkan dapat membawa pembaharuan ke arah yang lebih baik dan positif terhadap kemajuan kepramukaan itu sendiri.”
Ada beberapa tahapan pelatihan yang seharusnya diikuti oleh para Pembina pramuka agar dapat membina anggota pramuka di sekolah dengan maksimall, yaitu ; Kursus Menengah Dasar(KMD), Kursus Menengah Lanjutan(KML), Kursus Pelatih Dasar (KPD), Kursus Pelatih Lanjutan (KPL)
Berkaitan dengan hal di atas, KaKwarcab menambahkan:
“Akan dibuat undang-undang gerakan pramuka dan akan ada sertifikasi untuk Pembina pramuka, dimana Pembina pramuka merupakan salah satu tulang punggung kelangsungan generasi muda Indonesia. Karangpamitran itu sendiri merupakan forum pertemuan Pembina pramuka sebagai wadah untuk bertukar pikiran”
Dan harapannya adalah, agar para Pembina Pramuka bisa lebih memajukan lagi kegiatan-kegiatan kepramukaan, sehingga secara bertahap kegiatan kepramukaan akan bisa maju seperti yang diharapkan bersama.
Kak Ilham, S.Pd menyampaikan tujuan Orientasi Karang Pamitran ini antara lain: Untuk mengumpulkan data jumlah Pembina pramuka di Tangerang Selatan; Untuk menambah wawasan dan tukar pikiran, Pembina pramuka menjadi agen pembaharuan untuk pembangunan Kota Tangerang Selatan; dan Diharapkan dapat terjalin kerjasama yang erat antara gugus depan dengan Kwarran, dan Kwarcab serta Kwarnas.
Peran Serta Gerakan Pramuka Dalam Bidang Pendidikan
Bpk. Dadang Sofyan (Kadis Pendidikan Kota Tangsel),
Perlu adanya peningkatan keterampilan dalam menghadapi persaingan global, dalam hal ini Pramuka harus memiliki: Attitude yang baik; Tanggung jawab yang tinggi ; Disiplin yang tinggi; Kerjasama yang bagus; Kepedulian dan Kepekaan terhadap lingkungan
Sehingga setiap pemuda yang tergabung dalam pramuka adalah menjadi “pemuda pilihan bangsa.”
Peran Serta Gerakan Pramuka Dalam Bidang Kesehatan
Dalam acara ini Hj. Airin Rachmi Diany (yang juga Ketua PMI Kota Tangsel) menyampaikan:
Adapun prinsip dasar kepramukaan adalah: Takwa kepada Tuhan YME; Peduli terhadap bangsa dan tanah air, Peduli terhadap diri pribadinya; Taat terhadap kode kehormatan pramuka
Adapun metode kegiatan belajar dalam bidang kesehatan, yang digunakan dalam kepramukaan antara lain dengan, Metode ”learning by doing”, Metode di alam terbuka, Metode berkelompok/beregu, Metode keterampilan SKU (Syarat Kecakapan Umum), Metode terpisah (putra-puteri).
Salah satu cara membangun pendidikan di Tangerang Selatan adalah dengan dikembangkannya kegiatan kepramukaan di setiap sekolah melalui gugus depan sekolah yang bersangkutan.
Pembina pramuka yang baik diharapkan dapat membentuk kepribadian anak-anak didiknya, berkaitan dengan itu rencana kedepannya adalah akan diadakan uji sertifikasi untuk Pembina pramuka.
Hj. Airin menambahkan ”Rencananya akan ada peningkatan dana untuk Kepramukaan sehingga diharapkan ada peningkatan terhadap potensi SDM kita sebagai Pembina”
Untuk itu kita sebagai Pembina pramuka harus aktif mencari metode-metode atau motivasi untuk menumbuhkan minat kepada anak didik. Dengan demikian diharapkan kegiatan pramuka di Kota Tangerang Selatan dapat berkembang dan diminati oleh siswa.
Salam Pramuka ..!!! Semoga Bermanfaat....
Labels: Pramuka, Sekolah Unggulan, smp al-zahra indonesia
Friday, June 12, 2009
Imbauan Wagub Banten Guru Jangan Merokok di Sekolah
1 comments Posted by Emilia SP at Friday, June 12, 2009Serang, 10 Juni 2009 08:36- Gatra
Wakil Gubernur Banten HM Masduki meminta para guru jangan merokok di sekolah, guna memberikan keteladanan terhadap murid-muridnya.
"Guru harus memberikan contoh yang baik kepada siswanya di sekolah," kata Masduki, saat menerima tim penilai lomba unit kesehatan sekolah (UKS), Selasa (9/6).
Menurut dia, jika perlu di daerah sehari semua orang dilarang merokok, karena merokok menimbulkan berbagai penyakit yang merugikan kesehatan. Selain itu, merokok juga bisa menimbulkan kemiskinan serta pemborosan keuangan.
"Saya minta guru tidak boleh merokok di sekolah untuk memberikan pelajaran kepada siswanya, sebab merokok itu akan memberikan dampak negatif baik secara langsung maupun tidak langsung," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai UKS Pusat Rudi Nurudin mengatakan, saat ini ada tiga sekolah di Banten yang akan dinilai dalam lomba UKS, yakni SMPN 2 Balaraja, SD Islam Amalia Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dan TK Al-Zahra, Kota Tangsel.
Penilaian tersebut meliputi kebersihan sekolah, fasilitas UKS, toilet lingkungan halaman sekolah dan lain-lainya.
"Kami juga akan melihat kuota WC di sekolah. Idealnya, satu WC untuk 25 anak laki-laki, atau 40 anak perempuan," katanya. [TMA, Ant], sumber http://www.gatra.com/
Wakil Gubernur Banten HM Masduki meminta para guru jangan merokok di sekolah, guna memberikan keteladanan terhadap murid-muridnya.
"Guru harus memberikan contoh yang baik kepada siswanya di sekolah," kata Masduki, saat menerima tim penilai lomba unit kesehatan sekolah (UKS), Selasa (9/6).
Menurut dia, jika perlu di daerah sehari semua orang dilarang merokok, karena merokok menimbulkan berbagai penyakit yang merugikan kesehatan. Selain itu, merokok juga bisa menimbulkan kemiskinan serta pemborosan keuangan.
"Saya minta guru tidak boleh merokok di sekolah untuk memberikan pelajaran kepada siswanya, sebab merokok itu akan memberikan dampak negatif baik secara langsung maupun tidak langsung," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai UKS Pusat Rudi Nurudin mengatakan, saat ini ada tiga sekolah di Banten yang akan dinilai dalam lomba UKS, yakni SMPN 2 Balaraja, SD Islam Amalia Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dan TK Al-Zahra, Kota Tangsel.
Penilaian tersebut meliputi kebersihan sekolah, fasilitas UKS, toilet lingkungan halaman sekolah dan lain-lainya.
"Kami juga akan melihat kuota WC di sekolah. Idealnya, satu WC untuk 25 anak laki-laki, atau 40 anak perempuan," katanya. [TMA, Ant], sumber http://www.gatra.com/
Labels: sekolah sehat, Sekolah Unggulan, Tk Al Zahra
Thursday, June 11, 2009
TK Al Zahra Indonesia mewakili Provinsi Banten dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional 2009
1 comments Posted by Emilia SP at Thursday, June 11, 2009
Dalam kegiatan mendidik dan melayani, serta membina kesehatan di lingkungan sekolah, agar terbiasa hidup bersih dan sehat, Sekolah Al-Zahra Indonesia membentik UnitKesehatan Sekolah (UKS). Alhamdulliah UKS TK AL-Zahra Indonesia berhasil masuk tingkat provinsi Banten
Dan kemarin baru saja gubernur Banten Rt Hj Atut Chosiyah menugaskan Wakil Gubernur Banten bapak HM Masduki bersama jajarannya mengunjungi Sekolah Taman Kanak Kanak Al-Zahra Indonesia di Jalan Boulevard Vila Dago, Pamulang Tangerang Selatan, untuk memberikan dukungan dan pembinaan, serta melihat secara langsung persiapan Sekolah TK Al-Zahra Indonesia yang di ‘Jagokan” provinsi Banten untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat Taman Kanak-Kanak Tingkat Nasional Tahun 2009.
Yang akan dinlai adalah Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sarana belajar yang bersih, sarana bermain, dan tanaman obat keluarga (toga). Kegiatan yang telah dilakukan Sekolah TK Al-Zahra selama ini antara lain yaitu Pelatihan Dokter Cilik(DokCil), Pelatihan team pelaksana UKS bekerja sama dengan Puskesmas Pamulang, Penyuluhan kesehatan sejak dini dari Puskesmas, Penyuluhan sikat gigi yang benar kepada anak, Penyuluhan membawa bekal makanan sehat, Menanam bersama, Pemeriksaan jentik, Penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga), Pemberian vitamin A, Pemeriksaan kesehatan berkala, Pemeriksaan kuku, rambut, gigi dan telinga, Olah raga bersama, Pembinaan membuang sampah pada tempatnya, Pembinaan Kantin Sehat, Makan sehat bersama, Pembinaan Lingkungan sehat di sekolah dan lingkungan.
Menurut tim pelaksana UKS TK Al Zahra Bp. Fatkan, S.Ag; berbagai perbaikan telah dilakukan pihak sekolah antara lain perbaikan westafel yang rusak, penantaan lingkungan sekoah, pelayanan kepada masyarakat, dan penyampaian pesan kebersihan dengan bekerja sama dengan puskesmas setempat. Selain itu juga mendapat perhatian dan pembinaan dari Team Pembina UKS Provinsi Banten, Wali Kota Tangerang Selatan, Dinas Pertanian, TP UKS Tangerang Selatan, Bupati Kabupaten Tangerang, TP UKS Kabupaten Tangerang, CAMAT Pamulang, TP.UKS Kec. Pamulang, PUSKESMAS Pamulang serta tak lupa dukungan dari Orang tua siswa -Komite / BaKOS TK Al Zahra Indonesia.
Semoga usaha dan kerja keras dari semua pihak membawa hasil yang baik…dan Anak-anak kita terbiasa untuk hidup bersih dan sehat sejak usia dini…..Hidup Al-Zahra..Hidup Tangsel…Hidup Provinsi Banten......
Labels: Sekolah Unggulan, Tk Al Zahra, UKS
Friday, April 3, 2009
Bagai Mana Memilih Sekolah Unggulan yang Tepat ?
3 comments Posted by Emilia SP at Friday, April 03, 2009Banyak teman-teman saya dan orang tua murid SMP AL Zahra Indonesia yang menanyakan, "Bagaimana sekolah unggulan itu?" dan "bagai mana cara memilih sekolah unggulan, jika anak saya lulus nanti ? "
Sekarang ini banyak pendirian sekolah-sekolah unggulan di beberapa wilayah dengan biaya yang sangat besar atau sekolah-sekolah yang ' berlabel ' sekolah unggulan.
Namun dalam pelaksanaannya, sebenarnya sekolah-sekolah tersebut hanya menerima input siswa yang sudah berprestasi (baca: memiliki NEM yang tinggi). Jadi sesungguhnya hanyalah sekolah dengan kumpulan anak-anak cerdas sehingga dengan memilih input yang baik otomatis hasil outputnya pun akan baik.
Sehingga beberapa pakar pendidikan mempertanyakan definisi dari Sekolah Unggulan sehingga memunculkan konsep pengertian sekolah unggulan
Tipe Sekolah Unggulan:
Tipe 1
Tipe ini seperti yang diuraikan di atas, dimana sekolah menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang masuk dengan kriteria memiliki prestasi akademik yang tinggi. Meskipun proses belajar-mengajar sekolah tersebut tidak luar biasa bahkan cenderung ortodok, namun dipastikan karena memilih input yang unggul, output yang dihasilkan juga unggul.
Tipe 2
Sekolah dengan menawarkan fasilitas yang serba mewah, yang ditebus dengan SPP yang sangat tinggi. Konon, untuk sekolah dasar unggulan di Parung, Bogor uang pangkalnya saja bisa sekitar lebih dari 7 juta. Mahal? Nggak juga tuh, buktinya banyak orang-orang Indonesia yang sekolah di sana. Tidak mahal menurut mereka dibandingkan biaya sekolah di luar negeri, dan memang sekolah ini dibangun untuk membendung arus warga negara Indonesia yang berbondong-bondong sekolah ke luar negeri. Otomatis prestasi akademik yang tinggi bukan menjadi acuan input untuk diterima di sekolah ini, namun sekolah ini biasanya mengandalkan beberapa “jurus” pola belajar dengan membawa pendekatan teori tertentu sebagai daya tariknya. Sehingga output yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang dijanjikannya.
Tipe 3
Sekolah unggul ini menekan pada iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Menerima dan mampu memproses siswa yang masuk sekolah tersebut (input ) dengan prestasi rendah menjadi lulusan (output) yang bermutu tinggi.
Arti Sekolah Unggulan adalah Terjemahan bebas dari “Effective School”
An Effective School is a school that can, in measured student achievement terms, demonstrate the joint presence of quality and equity. Said another way, an Effective School is a school that can, in measured student achievement terms and reflective of its “learning for all” mission, demonstrate high overall levels of achievement and no gaps in the distribution of that achievement across major subsets of the student population.
(EFFECTIVE SCHOOLS RESEARCH AND THE
ROLE OF PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITIES)
Sekarang ini banyak pendirian sekolah-sekolah unggulan di beberapa wilayah dengan biaya yang sangat besar atau sekolah-sekolah yang ' berlabel ' sekolah unggulan.
Namun dalam pelaksanaannya, sebenarnya sekolah-sekolah tersebut hanya menerima input siswa yang sudah berprestasi (baca: memiliki NEM yang tinggi). Jadi sesungguhnya hanyalah sekolah dengan kumpulan anak-anak cerdas sehingga dengan memilih input yang baik otomatis hasil outputnya pun akan baik.
Sehingga beberapa pakar pendidikan mempertanyakan definisi dari Sekolah Unggulan sehingga memunculkan konsep pengertian sekolah unggulan
Tipe Sekolah Unggulan:
Tipe 1
Tipe ini seperti yang diuraikan di atas, dimana sekolah menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang masuk dengan kriteria memiliki prestasi akademik yang tinggi. Meskipun proses belajar-mengajar sekolah tersebut tidak luar biasa bahkan cenderung ortodok, namun dipastikan karena memilih input yang unggul, output yang dihasilkan juga unggul.
Tipe 2
Sekolah dengan menawarkan fasilitas yang serba mewah, yang ditebus dengan SPP yang sangat tinggi. Konon, untuk sekolah dasar unggulan di Parung, Bogor uang pangkalnya saja bisa sekitar lebih dari 7 juta. Mahal? Nggak juga tuh, buktinya banyak orang-orang Indonesia yang sekolah di sana. Tidak mahal menurut mereka dibandingkan biaya sekolah di luar negeri, dan memang sekolah ini dibangun untuk membendung arus warga negara Indonesia yang berbondong-bondong sekolah ke luar negeri. Otomatis prestasi akademik yang tinggi bukan menjadi acuan input untuk diterima di sekolah ini, namun sekolah ini biasanya mengandalkan beberapa “jurus” pola belajar dengan membawa pendekatan teori tertentu sebagai daya tariknya. Sehingga output yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang dijanjikannya.
Tipe 3
Sekolah unggul ini menekan pada iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Menerima dan mampu memproses siswa yang masuk sekolah tersebut (input ) dengan prestasi rendah menjadi lulusan (output) yang bermutu tinggi.
Arti Sekolah Unggulan adalah Terjemahan bebas dari “Effective School”
An Effective School is a school that can, in measured student achievement terms, demonstrate the joint presence of quality and equity. Said another way, an Effective School is a school that can, in measured student achievement terms and reflective of its “learning for all” mission, demonstrate high overall levels of achievement and no gaps in the distribution of that achievement across major subsets of the student population.
(EFFECTIVE SCHOOLS RESEARCH AND THE
ROLE OF PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITIES)
Jadi Sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya tersebut.
Ada beberapa faktor yang harus dicapai bila sekolah tersebut bisa dikategorikan sekolah unggul:
1. Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Profesional
Kepala Sekolah seharusnya memiliki kemampuan pemahaman dan pemahaman yang menonjol. Dari beberapa penelitian, tidak didapati sekolah yang maju namun dengan kepala sekolah yang bermutu rendah.
Penelitian Standfield, dkk (1987) selama 20 bulan di Sekolah Dasar Garvin Missouri dan Gibbon (1986) di sekolah-sekolah negeri di Ohio selama tahun ajaran 1982/1983, keduanya menemukan bahwa peran kepala sekolah yang efektif dan profesional mampu mengangkat nama sekolah mereka sehingga mampu memperbaiki prestasi akademik mereka.
2. Guru-guru yang tangguh dan profesional
Guru merupakan ujung tombak kegiatan sekolah karena berhadapan langsung dengan siswa. Guru yang profesional mampu mewujudkan harapan-harapan orang tua dan kepala sekolah dalam kegiatan sehari-hari di dalam kelas.
3. Memiliki tujuan pencapaian filosofis yang jelas
Tujuan filosofis diwujudkan dalam bentuk Visi dan Misi seluruh kegiatan sekolah. Tidak hanya itu, visi dan misi dapat di cerna dan dilaksanakan secara bersama oleh setiap elemen sekolah.
4. Lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran
Lingkungan yang kondusif bukanlah hanya ruang kelas dengan berbagai fasilitas mewah, lingkungan tersebut bisa berada di tengah sawah, di bawah pohon atau di dalam gerbong kereta api -siapa yang sudah baca Toto Chan?- Yang jelas lingkungan yang kondusif adalah yang lingkungan yang dapat memberikan dimensi pemahaman secara menyeluruh bagi siswa
5. Jaringan organisasi yang baik
Jelas, organisasi yang baik dan solid baik itu organisasi guru, orang tua akan menambah wawasan dan kemampuan tiap anggotanya untuk belajar dan terus berkembang. Serta perlu pula dialog antar organisasi tersebut, misalnya forum Orang Tua Murid dengan forum guru dalam menjelaskan harapan dari guru dan kenyataan yang dialami guru di kelas.
6. Kurikulum yang jelas
Kemampuan membuat dan mengembangkan kurikulum disesuaikan di tiap daerah bahkan sekolah. Pusat hanya membuat kisi-kisi materi yang akan diujikan secara nasional. Sedang pada pelaksanaan pembelajaran diserahkan kepada daerah dan tiap sekolah menyusun kurikulum dan target pencapaian pembelajaran sendiri. Diharapkan akan muncul sekolah unggulan dari tiap daerah karena memiliki corak dan pencapaian sesuai dengan potensinya. Seperti misalnya sekolah di Kalimantan memiliki corak dan target pencapaian mampu mengolah hasil hutan dan tambang juga potensi seni dan budaya mampu dihasilkan sekolah-sekolah di Bali.
7. Evaluasi belajar yang baikberdasarkan acuan patokan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran dari kurikulum sudah tercapai
Bila kurikulum sudah tertata rapi dan jelas, akan dapat teridentivikasi dan dapat terukur targer pencapaian pembelajaran sehingga evaluasi belajar yang diadakan mampu mempetakan kemampuan siswa.
8. Partisipasi orang tua murid yang aktif dalam kegiatan sekolah.
Di sekolah unggulan dimanapun, selalu melibatkan orang tua dalam kegiatannya. Kontribusi yang paling minimal sekali adalah memberikan pengawasan secara sukarela kepada siswa pada saat istirahat. Pada proses yang intensif, orang tua dilibatkan dalam proses penyusunan kurikulum sekolah sehingga orang tua memiliki tanggung jawab yang sama di rumah dalam mendidik anak sesuai pada tujuan yang telah dirumuskan. Sehingga terjalin sinkronisasi antara pola pendidikan di sekolah dengan pola pendidikan di rumah
Pada akhirnya sekolah unggulan adalah program bersama seluruh masyarakat, yang tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, sekolah dan orang tua secara perorangan. Namun menjadi tanggung jawab bersama dalam peningkatan SDM Indonesia.
Pustaka:
Characteristics of Effective Schools; CT Council of P&C Associations(http://www.schoolparents.canberra.net.au/effective_schools)EFFECTIVE SCHOOLS RESEARCH AND THE ROLE OF PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITIES; Terry McLaughlin, Assistant Superintendent, Student Services San Bernardino County Superintendent of Schools
(http://www.fcoe.k12.ca.us/eduscrvc/spec_ed_docs%5CEffective%20Schools%2010-04.ppt)
(http://teknologipendidikan.wordpress.com/2006/09/12/sekolah-unggulan/)
Labels: Sekolah Unggulan
Subscribe to:
Posts (Atom)


