Did You Know?
Terima kasih Pengunjungku :
Thursday, June 3, 2010
Pertama kali di dunia Bunga Rafflesia patma mekar di Kebun Raya Bogor (KRB)
0 comments Posted by Emilia SP at Thursday, June 03, 2010
Bunga Rafflesia dari jenis "Rafflesia patma" mekar di Kebun Raya Bogor (KRB). Ini yang pertama kalinya di dunia bahwa bunga parasit itu berhasil hidup di luar habita aslinya. Foto (Kompas/ Ratih P Sudarsono)
"Mekarnya bunga raflesia patma ini sebagai hadiah Kebun Raya Bogor (KRB) untuk Bogor yang berhari jadi pada 3 Juni ini," kata Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan KRB Mustahid Siregar, Kamis (3/6/2010) pagi.
Menurut Sofie Mursidawati, botanis KRB, raflesia patma mekar sempura subuh tadi sekitar pukul 04.30. "Setelah kami ukur, diameter bunga ini 38 cm. Satu-dua hari ini bunga masih dalam kondisi baik. Kami perkirakan bunga masih dapat bertahan sekitar satu minggu, sebelum benar-benar busuk dan akhirnya mati," katanya.
Bunga Rafflesia dari jenis Rafflesia patma atau Patma raksasa mekar di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Rabu (2/6). Ini berarti bunga parasit itu berhasil hidup di luar habitat aslinya. Masa mekar bunga berwarna salem itu hanya satu sampai tiga hari, setelah itu mati. Saat ini, masih ada 10 kuncup bunga yang belum mekar. Pohon inangnya adalah Tetrastigma (anggur-angguran) yang diambil dari Pangandaran, Jawa Barat.
Sofie Mursidawati MSc, botanis Kebun Raya Bogor (KRB) yang meneliti bunga Rafflesia, mengungkapkan, tumbuh dan mekarnya Rafflesia patma di KRB berarti bunga itu berhasil ditumbuhkan di luar habitat aslinya untuk pertama kali di dunia.
”Botanis Malaysia pernah mencoba membiakkan Rafflesia dan berhasil, tetapi masih di lingkungan habitat aslinya, di hutan mereka yang berbatasan dengan wilayah Kalimatan,” kata Sofie.
Ia menambahkan, sebetulnya 3 dari 15 jenis Rafflesia pernah tumbuh dan mekar di KRB pada tahun 1929. Ketiga jenis Rafflesia itu adalah Rafflesia puspa, Rafflesia rochussenii, dan Rafflesia arnoldi.
Rafflesia puspa adalah jenis Rafflesia endemik di Jawa Barat, yang ditemukan di hutan Pangandaran dan Nusa Kambangan, Jawa Barat. Rafflesia arnoldi dan rochussenii endemik Sumatera.
”Sayangnya, tidak ada dokumen ilmiahnya. Kesaksian tiga jenis Rafflesia itu mekar di KBR hanya ada di catatan perjalanan peneliti Belanda dan berita di koran sehingga kalangan ilmiah tidak mengakuinya. Sekarang mekarnya Rafflesia terdokumentasi secara ilmiah dan baik,” katanya.
Rafflesia patma yang tumbuh di kebun pembibitan KRB pertama kali diketahui mekar sekitar pukul 09.00. Saat itu sudah ada tiga dari lima perigone (kelopak) yang mulai merekah. Namun, keberadaan kuncupnya sudah terdeteksi sejak September 2009. Kuncup bunga itu susunan kelopaknya mirip kol, tetapi warna dan kerasnya mirip batok kelapa tua.
Sejak bintik kucup mekar di batang inangnya, tiga botanis dari KRB dan LIPI, Sofie, Melani Kurnia Riswati, dan Ngantari, intensif melakukan pemantauan dan penelitian ilmiah terhadap bunga itu. Awalnya ada 10 botanis melakukan penelitian, yakni sejak pohon inang ditanam di kebun pembibitan KRB pada tahun 2004. Namun, tujuh botanis melepaskan karena sibuk dengan penelitian yang lain.
Menurut Sofie, pohon inang tempat bibit Rafflesia tumbuh didatangkan dari beberapa hutan di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
Dari 10 kuncup bunga yang ada saat ini, ada kuncup bunga yang muncul dari pohon inang asal Ujung Kulon, yang sebelum ditanam di kebun pembibitan, diinapkan dulu di hutan Pangandaran selama tiga bulan.
Daur hidup bunga Rafflesia ini masih misteri. Dia benar-benar tumbuhan parasit. Dia tidak punya batang atau daun sebagaimana pohon. Ada sedikit serabut semacam akar yang langsung menembus inti batang pohon inang. Namun, bagaimana bibit bunga dapat masuk ke batang pohon inangnya, itu masih misteri. (Ratih P Sudarsono)
Sumber : Ratih P Sudarsono, Kompas
Labels: kompas, News, Rafflesia patma
Tuesday, May 11, 2010
Pamulang- Sikap terpuji dalam merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) dicontohkan siswa SMP Al-Zahra Indonesia, villa Dago, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Tanpa dikomando, hampir seluruh siswa sekolah mengumpulkan seragam mereka untuk disumbangkan ke salah satu panti asuhan di Garut, Jawa Barat. Beberapa siswa tampak sibuk menerima titipan seragam yang biasa dipakai ke sekolah dari siswa lain. Sebagian siswa terlihat memasukan pakaian seragam sumbangan siswa kelas sembilan yang lulus ujian. Hingga pukul 10.30 WIB (7/5) terkumpul beberapa karung yang berisi ratusan potong pakaian seragam SMP.
"Ki
ta memang sengaja mengumpulkan pakaian seragam sekolah yang tidak akan kita pakai lagi, untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan terutama anak-anak panti asuhan. Dari pada di corat-coret kan lebih baik disumbangkan" ujar Muhammad Faiz Naufal, siswa kelas sembilan, SMP Al-Zahra Indonesia, Pamulang sesusai pengumuman kelulusan, Jum'at (7/5).M
enurutnya, seluruh siswa kelas sembilan menyumbangkan pakaian seragamnya. Meski tidak diwajibkan, tiap siswa minimal menyumbang satu potong pakaian, baik baju maupun celana atau rok. "Ini sebagai salah satu bentuk syukur kita, karena sudah diberi kelulusan. Kita tidak ingin kelulusan kita hanya dirayakan dengan hura-hura" ujar Faiz.Dari sumbangan pakaian yang berhasil dikumpulkan siswa, ternyata tidak hanya seragam sekolah saja. Beberapa pakaian layak pakai terkumpul tidak sedikit. "Alhamdulillah diantara teman-teman masih banyak yang peduli terhadap sesama" terang Faiz. (cr-6)
Sumber: Tangerang Ekspres
Foto : Firman, koleksi siswa SMP Al-Zahra Indonesia
Labels: News, Tangerang Ekspres
Saturday, May 8, 2010
SMP Al-Zahra Indonesia, Pamulang Sehebat Sekolah Negeri
0 comments Posted by Emilia SP at Saturday, May 08, 2010
Tangerang Ekspres, (Sabtu 8/5)- Pamulang- Prestasi gemilang meluluskan pelajar pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak hanya ditorehkan sekolah negeri, SMP AL-Zahra Indonesia, Pamulang Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pun mampu meluluskan siswanya 100 persen sehingga tidak perlu ada yang mengulang UN.
Gufron Kepala SMP Al-Zahra Indonesia, mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan anak didiknya. Keberhasilan yang diraih merupakan hasil kerja keras yang selama ini dilakukan. Memasuki semester dua, seluruh kelas sembilan di gembleng tiada henti.Metode pemantapan pengulangan materi pelajaran yang diujiankan serta pelaksanaan tryout sebanyak tujuh kali, modal berharga sebelum menghadapi UN. Wajar jika seluruh siswa memperoleh hasil yang terbaik, bahkan mengharumkan nama baik sekolah.
"Syukur Alhamdulillah seluruh siswa kami lulus 100 persen" ujar Gufron yang ditemui usai pengumuman kelulusan, Jum'at (7/3). Menurutnya tidak hanya memberikan berbagai macam materi sesuai dengan modul ujian tahun lalu. Langkah utama yang dilakukan pihak sekolah dengan membina para siswa agar memiliki moralitas yang baik dan berbudi luhur, sebab kalau siswa memiliki moralitas yang baik tentu akan merasa memiliki tanggung jawab pada diri sendiri serta orang tua.
Seh
ingga merekapun akan belajar dengan sungguh-sungguh supaya bisa sukses di ujian dan tidak mengecewakan para orang tua dan sekolah. Maka hasilnya bisa dilihat, tidak ada yang mengecewakan.Pada ujian tahun ini nilai tertinggi diperoleh oleh Raden Naysha Jessica Angela dengan jumlah nilai keseluruhan 37,00. Sebelumnya, kata Gufron nilai kelulusan sudah bisa diprediksi. Mengingat dari tujuh kali tryout hasilnya tidak jauh berbeda dengan nilai ujian saat ini. "Kami sangat bangga dengan prestasi yang mereka peroleh" ucap Gufron .
Sumber : Tangerang Ekspres, (Sabtu 8/5)
Foto : Al-Zahra Indonesia
Labels: News, smp al-zahra indonesia, Tangerang Ekspres
Wednesday, March 10, 2010
UPT Pendidikan Kecamatan Pamulang Selenggarakan Gema Maulid di Al Zahra
3 comments Posted by Emilia SP at Wednesday, March 10, 2010
PAMULANG- Sebanyak 850 siswa Sekolah Dasar (SD) dari 46 sekolah, se-Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang selatan (Tangsel) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sabtu (6/3) Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pendidikan, serta Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI), Kecamatan Pamulang menggelar beragam kegiatan keagamaan.Berbagai macam perlombaan digelar seperti lomba Adzan, da'i cilik, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ). Tari Muslim, tafiz Al Qu'ran, dan cerdas cermat seputar agama Islam diselenggarakan satu hari, di halaman komplek sekolah AL-Zahra Indonesia, Vila Dago Pamulang.
Airin Rachmi Diany berfoto bersama dengan panitia dan pesertadi Sekolah Al-Zahra, Villa Dago, Foto: Iwan Setiawan
Peserta sangat antusias, mereka menampilkan kemampuan terbaiknya. Heru Suparman, Ketua panitia Gema Maulid UPT Pendidikan menuturkan, selain menanamkan pendidikan agama islam sejak dini, tujuan dari kegiatan ini agar siswa mampu menggali potensi, menampilkan kreativitas dan melatih kemandirian.
Dari kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Kedepannya siswa dapat menerapkan konsep akhlakul karimah sesuai dengan anjuran agama.
"Lomba yang diselenggarakan semuanya bernafaskan Islam, hal tersebut mampu membentengi akidah dari perbuatan yang negatif" ujar Heru, yang ditemui seusai kegiatan sabtu(6/3).
Airin Rachmi Diany berfoto bersama dengan ..............Hj. Ratna Nilasari Direktur Sekolah Al Zahra Indonesia
Foto: Iwan Setiawan
Kegiatan yang di hadiri Airin Rachmi Diany ini merupakan salah satu kegiatan yang dinanti sebagian besar siswa SD di Kecamatan Pamulang. Menurutnya, siswa bersaing secara sehat untuk menjadikan yang terbaik dalam kegiatan tersebut. "Selain trofi dan sertifikat, uang tabungan panitia berikan kepada pemenang" terang Heru, sambil memperlihatkan beberapa trofi yang akan peserta perebutkan.
Heru mengharapkan kegiatan yang melibatkan siswa SD ini harus terus diselenggarakan. Kedepan skalanya tidak hanya se-Kecamatan Pamulang tapi harus se-Kota Tangsel.
Sumber :Tangerang Ekspres - Koran kebanggaan warga Tangerang, Sekolah Dasar Al Zahra Indonesia
Labels: News, sd al-zahra indonesia
Wednesday, August 19, 2009
Menkes Menerima 98 Pemenang Lomba Sekolah Sehat
5 comments Posted by Emilia SP at Wednesday, August 19, 2009Menkes menambahkan, pelaksanaan usaha kesehatan sekolah (UKS) harus mengikuti perkembangan masalah kesehatan dan menyesuaikan kurikulumnya seperti memberi pengetahuan tentang HIV AIDS, Flu Burung, Flu Baru (H1N1), Obesitas sebagai faktor risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, katanya.
”UKS yang dilaksanakan di sekolah, madrasah, pesantren maupun kelompok belajar lainnya dapat memberikan daya ungkit yang nyata terhadap kesehatan anak usia sekolah. Mereka berjumlah besar dan merupakan sasaran yang mudah dicapai karena terorganisir dengan baik. Selain itu mereka sangat cepat menerima informasi dalam rangka pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat”, ujar Menkes.
Menurut Menkes, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memajukan program UKS yaitu harus mulai dikembangkan tidak saja pada anak anak yang berada di institusi sekolah tetapi harus mulai menggarap anak-anak di luar sekolah terutama remaja-remaja yang yang berada di luar sekolah. Kemudian program UKS hendaknya dapat lebih dikembangkan dibandingkan dengan saat ini tidak hanya pada saat akan mengadakan Lomba Sekolah Sehat (LSS) saja, tetapi lebih berkembang di pondok-pondok pesantren dan sekolah-sekolah keagamaan lainnya.
Ditambahkan, kecenderungan perilaku berisiko yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah seperti merokok, minum minuman beralkohol dan melakukan hubungan seks pra nikah mulai bergeser ke usia yang lebih muda yaitu usia sekolah dasar. Karena itu pendidikan dan penyuluhan kesehatan harus ditingkatkan yang dimulai dari pendidikan tingkat dasar sampai sekolah lanjutan, ujar Menkes.
Pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) tahun 2009 berjumlah 98 sekolah, terdiri dari tingkat Taman Kanak-kanak/Raudatul Atfal 23 sekolah, tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah 26 sekolah, tingkat SMP/Madrasah Tsanawiyah 25 sekolah dan tingkat SMA/Madrasah Aliyah 24 sekolah. Lomba Sekolah Sehat Tahun 2009 diikuti 26 provinsi, sedangka provinsi yang tidak mengikuti Lomba yaitu : Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan dan Riau.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416 – 19 dan 021-52921669, atau melalui alamat e-mail : puskom.depkes@gmail.com dan puskom.publik@yahoo.co.id.
Sumber: Depkes.go.id
Labels: lomba sekolah sehat, News
Tuesday, May 5, 2009
Jadi sama ingat burung ku yg pintar Keke dan Kiki (udah almarhum)
Labels: News
Sehingga tokoh intelektual lokal pada masa itu, yakni dr. Wahidin Sudirohusodo, alumni Sekolah Dokter Jawa (STOVIA), berjuang melalui surat kabar Retnodhumilah, menyerukan pada golongan priyayi Bumiputera untuk membentuk dana pendidikan dan memprakarsai pembentukan sebuah organisasi modern yang bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan.
STOVIA cikal bakal berdirinya Boedi Oetomo,kini diabadikanmenjadi Museum Kebangkitan Nasional. (Filmon L. Warouw/Depkominfo)
Pada hari Rabu tanggal 20 Mei 1908 pukul 9 pagi, dimotori oleh Soetomo dan kawan-kawannya: M. Soeradji, M. Muhammad saleh, M. Soewarno, M. Goenawan, Soewarno, R.M. Goembrek, dan R. Angka berkumpul dalam ruang kuliah anatomi. Setelah segala sesuatunya dibicarakan masak-masak, mereka sepakat memilih “Boedi Oetomo” menjadi nama perkumpulan yang baru saja mereka resmikan berdirinya.
“Boedi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Oetomo” berarti baik atau luhur. Boedi Oetomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.
Jadi apa apa makna hari kebangkitan nasional yang kita peringati setiap 20 Mei?
Dulu waktu kita masih di jajah tujuannya adalah mempersatukan kekuatan khususnya kaum muda, kalau sekarang tujuannya adalah membangkitkan Indonesia menuju Indonesia yang lebih maju.
Apakh kita bisa? jawaban nya adalah "Bersama Kita Bisa" dengan pemimpin yang bisa dan berani melangkah maju membuat trobosan besar untuk Indonesia agar menjadi lebih baik.
sumber : http://www.kebangkitan-nasional.or.id
Labels: Kebangkitan Nasional, News
Sunday, May 3, 2009
Tim Indonesia Raih Emas Di Olimpiade Fisika Asia
2 comments Posted by Emilia SP at Sunday, May 03, 2009Jakarta - Prestasi kembali ditoreh anak-anak Indonesia. Setelah sebelumnya berjaya pada ajang Olimpiade Fisika Asia ke-9, di Ulaanbaatar, Mongolia, 20-28 April lalu, dengan raihan 3 medali emas, kini satu medali emas diraih Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI).
Selain mendapatkan satu medali emas, yang disumbangkan Irvan Jahja, siswa SMA St Aloysius, Bandung, Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) juga berhasil meraih 2 medali perunggu dalam ajang Olimpiade Informatika Asia Pasifik (Asia-Pacific Informatics Olympiad, APIO) ke-2, pada 10 Mei lalu, di Thailand.
"Medali perunggu diperoleh Reinadus Surya Pradhitya, siswa SMA Kanisius, Jakarta, dan Listiarso Wastuargo, siswa SMAN 3 Yogyakarta. Dan, prestasi ini, meningkat dibanding dengan tahun lalu, yakni Indonesia hanya meraih satu medali perunggu melalui Karol Danutama," ujar salah seorang pembina TOKI Fauzan Joko kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (14/5).
Fauzan Joko juga mengungkapkan, keberhasilan yang diraih Irvan sesuatu yang membanggakan, karena berhasil menembus dominasi siswa-siswa dari China yang berhasil meraih 7 medali emas.
"Irvan berhasil meraih nilai total 300 dari nilai maksimal 300 (full score) yang artinya ia mampu menyelesaikan tiga soal yang diberikan dengan sempurna," kata Fauzan Joko.
Sementara itu, Kasie Bakat dan Prestasi Direktorat Pembinaan SMA Suharlan mengungkapkan, kegembiraannya mengingat ajang APIO, merupakan salah satu tolok ukur untuk mempersiapkan siswa-siswa Indonesia untuk menghadapi ajang International Olympiad in Informatics 2008, di Kairo, Mesir, Agustus mendatang.
"Ini benar-benar membanggakan, karena kita tidak menduga, dapat menyabet satu medali emas, pada ajang yang terbilang sungguh besar pada level kawasan Asia Pasifik. Ini membuktikan, anak-anak kita tidak kalah bersaing dengan anak-anak negara lain, khususnya di kawasan Asia Pasifik," ujar Suharlan.
Asia-Pacific Informatics Olympiad (APIO) adalah sebuah kontes pemprograman secara online yang diikuti oleh siswa-siswa di kawasan Asia dan PasifiK Barat. Bentuk perlombaannya adalah para siswa mengerjakan tugas di negara masing-masing dengan diawasi oleh pengawas resmi, dan setiap siswa mengirimkan jawaban kepada server negara penyelenggara melalui internet.
APIO pertama kali diselenggarakan tahun lalu, dan Australia menjadi tuan rumah. Untuk kedua kalinya, yang diselenggarakan di Thailand kali ini, ajang ini diikuti 14 negara peserta yakni, Australia, Bangladesh, China, China Taipei, India, Indonesia, Jepang, Korea, Makau, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand.
Sementara itu Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) adalah sebuah tim yang terdiri dari 4 siswa sekolah menengah yang dipersiapkan untuk menghadapi International Olympiad in Informatics yang diselenggarakan setiap tahun.
Indonesia pertama kali mengikuti IOI pada tahun 1995, ketika IOI diselenggarakan di Eindhoven, Belanda. Hingga saat ini tim Indonesia secara keseluruhan telah berhasil mengumpulkan 1 medali emas, 8 medali perak dan 12 medali perunggu.
Saat ini, TOKI sedang menjalani pelatnas dan seleksi akhir di kampus Universitas Indonesia, Depok, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi IOI 2008. Di akhir pelatnas, akan dilakukan seleksi akhir, untuk menetapkan 4 siswa terbaik yang akan mewakili tim Indonesia dalam ajang IOI yang diselenggarakan di Kairo, Mesir, pada 16-23 Agustus mendatang.
sumber :www.mediaindonesia.com
Labels: News, olimpiade fisika
Saturday, May 2, 2009
Dalam rangka memperingati Hari Bumi (yang diperingati setiap tanggal 22 April, Forum Badak Indonesia telah mengadakan kegiatan Lomba Mewarnai di Baju Kaos.Kegiatan ini didukung penuh oleh Yayasan Badak Indonesia (YABI), Mall Botani Square Bogor, Toko Buku Gramedia Botani Square, Penerbit Buku Gramedia, Puffy Paint by AMOS, Elex Media Komputindo, Hotel Santika, Niaga Swadaya, dan Aquna EO.
Tema kegiatan nya adalah: “Ceria Badakku, Ceria Alamku“
Tentang Badak Indonesia :
Badak Indonesia adalah Badak Jawa dan Badak Sumatera. Dua jenis Badak dari lima jenis yang ada di dunia saat ini. 60 juta tahun lalu terdapat sekitar 30 jenis badak yang menyebar di seantero bumi ini.


Badak Jawa (Javan rhino, Rhinocerus sondaicus) bercula satu (Desmarest, 1822), sedangkan Badak Sumatera (Sumatran rhino, Dicerorhinus sumatrensis ) bercula dua (Fischer, 1814).
Populasi :
Di Ujung Kulon populasi badak pada tahun 1937 ditaksir ada 25 ekor (10 jantan dan 15 betina), dan pada tahun 1955 ada sekitar 30-35 ekor. Pada tahun 1967 di Ujung Kulon pertama kalinya diadakan sensus badak Jawa yang menyebutkan populasinya ada 21-28 ekor. Turun naiknya populasi badak selain adanya kelahiran anak, juga dipengaruhi oleh adanya perburuan. Setelah pengawasan yang ketat terhadap tempat hidup badak, populasi badak Jawa terus meningkat hingga kira-kira 45 ekor pada tahun 1975. Populasi badak Jawa menurut hasil sensus sampai tahun 1989 diperkirakan tinggal 52-62 ekor. Sensus pada Nopember 1999 yang dilaksanakan oleh TNUK (Taman Nasional Ujung Kulon) dan WWF diperkirakan 47 - 53 ekor. Sensus populasi badak Jawa yang dilaksanakan oleh Balai TNUK, WWF - IP dan YMR pada tahun 2001 memperkirakan jumlah populasi badak berkisar antara 50 - 60 ekor. Sensus terakhir yang dilaksanakan Balai TNUK tahun 2006 diperkirakan kisaran jumlah populasi badak Jawa adalah 20 - 27 ekor.
Menurut IUCN/SSC - African and Asian Rhino Specialist Group Maret 2001, jumlah populasi badak Sumatera berkisar kurang lebih 300 ekor dan tersebar di Sumatra dan Borneo yaitu Malaya/Sumatra Sumatran Rhino ~ 250 ekor dan Borneo Sumatran Rhino ~ 50 ekor. Taksiran jumlah populasi badak Sumatera menurut Program Konservasi Badak Indonesia tahun 2001 di wilayah kerja RPU adalah sebagai berikut: TNKS 5 - 7 ekor dengan kerapatan (density) 2500 - 3500 ha per ekor badak, TNBBS 60 - 85 dengan kerapatan 850 - 1200 ha per ekor badak, TNWK 30 - 40 ekor dengan kerapatan 700 - 1000 ha per ekor badak. Observasi Lapangan tahun 1997 s/d 2004, RPU - PKBI memperkirakan jumlah populasi badak Sumatera di TNBBS berkisar antara 60 - 85 ekor. Sementara di TNWK berkisar antara 15 - 25 ekor.
" Mari kita lestarikan badak Indonesia...,
Lestari Alam ku, lestarilah Badakku........"
—–
TNBBS: Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
TNWK: Taman Nasional Way Kambas
TNKS: Taman Nasional Kerinci Seblat
Disarikan dari situs web Yayasan Badak Indonesia (www.badak.or.id)
Labels: badak jawa, Lomba mewarnai baju kaos, News
Thursday, April 16, 2009
Investigate The Death of DAVID HARTANTO WIDJAJA Thoroughly - USUT TUNTAS KEMATIANNYA
1 comments Posted by Emilia SP at Thursday, April 16, 2009Family only can see David's cadaver from neck untul head, while others part had covered with plastic, WHY ?
When will The Singaporean Media start reporting the truth on the death of David Hartanto Widjaja ?
WHEN ?
When will The Singaporean Goverment declare the truth behind the death of David Hartanto Widjaja ?
WHEN?
2. When Davids family arrived in Singapore on Monday 2th March 2009 at night after the incident, Family wanted directly to recognize Davids cadaver however there are certain parties not allowed them. They said that its already the rule, so family tried to be cooperative even at the utter shocked moment. When Family had been allowed to recognize Davids cadaver after waiting for one day, nevertheless Family only can see Davids cadaver from neck until head, while others part had covered with plastic even they had asked to open the plastic and wanted to see his entire cadaver. Family had confirmed to Singapore police there is no wound on his wrist and at that time family also found there were many plaster on his front neck (neck under chin).
The question is why they have to wait for 1 day just for seeing their sons cadaver?
Why Davids cadaver covered with plastic and not allowed to be opened? Is there any rule like that? Or just manipulation from certain parties to cover the truth?
From where wound on his neck? Why around Davids cadaver buttock had much blood? And never had been discussed by media.
3. Due to not been allowed to see Davids cadaver, Family decided to visit the spot on Monday night, however when they were there they couldnt see any blood left or police line, its already been cleaned. Only within 7 hours after incident the spot had been cleaned totally. Is there any reason why they are so rapid cleaning the spot?
4. Then Family visited Davids room and they found all the computer devices still on. Does someone who intent to suicide still switches on his computer? Even Davids friend who was online witnessed Davids msn account still appeared online. Does it looks like David wanted to end his life? Even he still played online games with his friend who visited Davids family with us until 2 am at Monday morning.
5 In Professors room family found there was Davids bag. In his bag family found 1.5 L mineral bottle and towel.( for those who knew David , He always brings towel to school even sometimes he put his towel on his neck. He also always brings water because his mother always instructs him to consume much water.) Does someone who want to suicide will bring this kind of stuff, it would be more easy to bring merely knife which is belongs to somebody.
6 .Davids family had been prevented to meet with Professor Chan Kap Luk with reason that at that time he was still in ICU. However Professors condition had been stable since Tuesday and allowed to return home on Wednesday, mentioned by Singapore media. However until today I never heard his statement towards this tragedy.
7. When family intended to meet with the witness who saw Davids suicide from 4th floor, NTU not allowed with reason that this issue should be keep confidentially. So from where we know that there is someone who saw Davids suicide, not accidently falling or there someone pushed him down?
8. Data about David and his final year project had been removed from NTU data base. Within 2 days NTU directly removed Davids data and his project. Is there any special reason behind this? Why should quickly removed his data? Dont they have any feeling to remember their brilliant and intelligent student who won International Mathematic Olympic? Seemed like David never study in NTU.
9. The knife that had been used is from 4th hall, is that the result from investigation? Or just excused? One of our friends who study at NTU said usually Professor has small knife in his office to cut fruit. The question is that knife belongs to David or Professor Chan Kap Luk?
10. The tragedy happened at 10.45 am on Monday Singapore time. Doesnt its oddity, merely few students who witnessing the incident? Is there any demand from NTU to remain silent?
11. The tools that had been found to stab the Professor is fruit knife without handle. Where is the handle? Is it possible to stab someone using knife without handle? Who stab who still been unknown, and the handle should be found. However there isnt formal specify explanation about this case.
Please join us
http://www.facebook.com/group.php?gid...
please check...
http://manusialempung.blogspot.com/
Tuesday, April 14, 2009
Tim Verifikasi Independen Yakin 99 Persen David Dibunuh
1 comments Posted by Emilia SP at Tuesday, April 14, 2009Tim verifikasi independen menemukan dugaan kuat bahwa David Hartanto Widjaja, mahasiswa Indonesia yang meninggal di Singapura, tewas dibunuh. Tim yang diketuai blogger Iwan Piliang ini menyimpulkan hal itu dari hasil rekonstruksi tim, bukti-bukti tertulis, dan hasil otopsi yang diterima pihak keluarga.
“Hasil otopsi membuktikan bahwa ditemukan 36 luka, 14 di antaranya luka karena pisau, umumnya di bagian tangan, sisanya luka memar termasuk di bagian leher dan luka dalam,” jelas Iwan Piliang kepada wartawan saat jumpa pers di restoran Munik, Matraman, Jakarta, Senin (13/4).
Iwan menjelaskan, hasil otopsi dari pihak kepolisian justru diberikan kepada pihak kampus Nanyang Technology University (NTU) sebelum diberikan kepada keluarga. Padahal, seharusnya hasil otopsi pihak Kepolisian Singapura diberikan kepada pihak keluarga melalui KBRI di Singapura. Hasil otopsi memang sudah dikirimkan kepada pihak keluarga melalui kiriman paket 3 April lalu.
“Kejanggalannya, kenapa hasil otopsi diserahkan dulu ke pihak kampus, sedangkan keluarga saja belum menerima,” katanya.
Ia menjelaskan juga, menurut hasil rekonstruksi kematian David yang dilakukan tim verifikasi, keluarga, dan media dari Indonesia menunjukkan, David itu meninggal karena dibunuh. “Bisa dilihat dari posisi pisau itu jatuhnya 150 meter dari David dan satu lantai di bawah tempat David jatuh, ini menjadi kejanggalan tersendiri,” tegasnya.
Selain itu, bercak darah justru ditemukan di sekitar tempat Profesor Chan Kap Luk, bukan di tempat David menuju jembatan tempat ia menjatuhkan diri. “Jadi, ada dugaan David sempat melakukan pembelaan diri melalui letak bercak darah itu,” jelasnya.
Iwan menjelaskan melalui foto-foto seorang wartawan koran Singapura, Strait Times, rekonstruksi itu dilakukan didampingi oleh intelijen dari KBRI. “Pihak intelijen juga menduga kuat, David 99 persen dibunuh, terutama dengan kejanggalan-kejanggalan, pihak keluarga tak boleh bertemu Presiden NTU dan Profesor Chan Kap Luk apalagi media massa Singapura,” ujar Iwan.
Proses rekonstruksi dan mengumpulkan sejumlah bukti termasuk menemui Profesor Chan Kap Luk dan Presiden NTU Su Guaning juga sudah dilakukan. Selama sepekan, mereka melakukan investigasi independen termasuk mewawancarai sejumlah teman dekat David yang memberi keterangan berbeda-beda.
Sementara itu, menurut ibu David, Lie Khiun, David tak pernah memegang pisau sejak kecil. “Ia tak pernah memasak apapun dengan pisau, kalau makan buah, ia memilih membeli jus daripada mengupas buah. Maka saya tak percaya kalau ia bisa memegang pisau, apalagi menusuk profesor,” kata ibu David dengan mata berkaca-kaca.
Dari keterangan ibu David, menurut Iwan, semakin memperkuat dugaan bahwa David itu memang telah dibunuh.
Sebelumnya diberitakan oleh media massa Singapura bahwa David yang mendapat beasiswa sekolah di NTU diduga akan membunuh profesornya, Chan Kap Luk, dan bunuh diri. Keterangan ini didapat dari Presiden NTU Su Guaning yang dilansir hampir semua media di Singapura. Padahal, proses penyidikan oleh pihak Kepolisian Singapura belum selesai dan belum ada bukti mengarah ke pernyataan Presiden NTU tersebut.
http://www.kompas.com/read/xml/2009/04/13/165553/Tim.Verifikasi.Independen.Yakin.99.Persen.David.Dibunuh
Wah kalo memang di dibunuh profesor nya pasti hasil penelitiannya "sangat berharga" sampai harus ditebus dengan nyawa...untuk itu pemerintah Indonesia harus serius dalam menangani kasus ini....
Labels: David Hartanto Widjaja, News, NTU, olimpiade matematika
Friday, April 10, 2009
SEA Edunet - Southeast Asian Education Network
2 comments Posted by Emilia SP at Friday, April 10, 2009The SEA EduNet, is a network, a repository and portal tapping the expectedly vast rich learning object materials from Southeast Asian teachers, for Southeast Asian teachers, and by Southeast Asian teachers, and an open and distance learning mechanism encompassing ODL frames and practices in the Southeast Asian region.
The main objective of SEA EduNet as an educational network is to establish network among education institutions, educators, learners, and education community in Southeast Asian countries under the auspices of SEAMEO seeedu_homepage The objective of the SEA EduNet as open educational repository is to collect open educational resources in Southeast Asian countries for the purpose of reusability among Southeast Asian Educators.
The Seamolec.org invite all of you especially from institution in Souteast Asia to join an have more collaboration program in our SEA EduNet. For more information please visiting http://seaedunet.seamolec.org
from http://www.seamolec.org
Monday, March 30, 2009
Mengenai Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan)
2 comments Posted by Emilia SP at Monday, March 30, 2009
Saya sering lewat ciputat dan melihat disebelah kiri jalan raya Jakarta Bogor tepatnya kilometer 15,5 terdapat bangunan kantor dengan papan nama "PUSTEKKOM", timbul pertanyaan dalam hati apakah itu Pusat teknologi komunikasi?, apa hubungannya dengan Depdiknas ? setelah cari informasi ini, dia informasi yang sangat berharga yang saya dapat :Pustekkom adalah salah satu unit kerja atau lembaga di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Model kegiatan pembelajaran berikutnya yang dikembangkan Pustekkom adalah yang memanfaatkan media internet. Melalui website yang dikembangkan Pustekkom, http://e-dukasi.net/., berbagai materi pelajaran dapat diakses oleh peserta didik atau masyarakat luas pada umumnya. Tidak hanya materi pelajaran yang tersedia, tetapi tersedia juga informasi tentang kebijakan pendidikan, pengetahuan ilmiah populer, pokok-pokok materi pelajaran, bimbingan belajar online, dan bank soal.
Latar belakang berdirinya Pustekkom
Strategi pembelajaran yang diterapkan di SMP biasa (konvensional) adalah sepenuhnya bersifat tatap muka. Sedangkan di SMP Terbuka, strategi pembelajaran yang diterapkan bersifat belajar mandiri. Hanya sebagian kecil saja waktu belajar peserta didik yang digunakan untuk belajar secara tatap muka dengan guru mata pelajaran (tutorial tatap muka). Sebagian besar dari waktu kegiatan belajar mandiri dilaksanakan pada sore hari (pukul 14.00-16.00) di gedung SD atau di tempat lain yang mudah dijangkau oleh para peserta didik di bawah bimbingan atau supervisi tutor (guru pamong).
Guru Pamong tidak berkualifikasi mengajar di SMP karena tugas mereka bukanlah untuk mengajar tetapi hanya mengelola kegiatan pembelajaran dan mengarahkan peserta didik untuk belajar optimal. Yang menjadi Guru Pamong pada umumnya adalah guru-guru dan Kepala Sekolah SD. Dewasa ini, SMP Terbuka dijadikan sebagai salah satu pola pendidikan Wajib Belajar 9 Tahun.
Model pendidikan Sekolah Menengah tingkat Pertama Terbuka (SMP Terbuka) diusulkan sebagai alternatif pemecahan masalah yang bersifat inovatif untuk mengatasi ledakan lulusan SD yang dihasilkan sebagai dampak dari penerapan kebijakan pembangunan SD secara besar-besaran (SD Inpres) sehingga di dirikan lah Pustekkom.
Pustekkom di dirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1978 tertanggal 31 Agustus 1978 dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0145/O/1979 tertanggal 30 Juni 1979 yang diperbaharui dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0222g/O/1980. Dan kini Pustekkom mengelola JARDIKNAS yaitu Jaringan Pendidikan Nasional, yang menjadi 'Jembatan Informasi Digital Dunia Pendidikan '

Produk nya yang sering saya akses antara lain di e-dukasi.net yaitu: Materi Pelajaran, Soal-soal Latihan dari Bank Soal, Tersedia 20.000 soal untuk jenjang SMP dan SMA
Untuk informasi yang selengkap nya silahkan kunjungi http://www.e-dukasi.net/
sumber : Sudirman Siahaan
Labels: News, Pustekkom, SMP Terbuka
Wednesday, March 4, 2009
David Tikam Profesor karena Beasiswanya Dicabut
2 comments Posted by Emilia SP at Wednesday, March 04, 2009SINGAPURA, SELASA — Banyak yang bertanya-tanya apa alasan David Hartanto Widjaja (21) mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Mahasiswa tingkat akhir asal Indonesia di Fakultas Teknik Elektro dan Elektronika Universitas Teknologi Nanyang (NTU) itu diduga stres karena beasiswa yang diterimanya telah dicabut akhir bulan lalu. Padahal, skripsi yang dikerjakannya cukup sulit dan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.
Hal inilah yang diduga memicu keputusan wakil Indonesia di Olimpiade Matematika Internasional 2005 itu untuk menusuk dosen pembimbingnya, Profesor Chan Kap Lup (45), lalu bunuh diri.
Setelah menikam Chan, David yang sebetulnya berotak encer karena mendapat beasiswa di NTU itu mengiris pergelangan tangannya sendiri dan kemudian bunuh diri dengan cara terjun dari lantai IV Gedung Fakultas Teknik NTU Singapura.
Juru bicara NTU mengungkapkan, David memang tengah mengerjakan skripsi berjudul "Multiview Acquisition from Multi-camera Configuration for Person Adaptive 3D Display". Profesor Chan merupakan dosen pembimbingnya. Dalam tugas akhir ini David berupaya mengembangkan penggunaan multikamera untuk mendapatkan pandangan ganda berupa tiga dimensi yang bisa dilihat dari beberapa posisi.
Tugas akhir ini cukup meyakinkan karena didukung kemampuan matematika dan program C/C++ yang dimiliki David. Semasa di SMAK Penabur 1 Jakarta, selain ke Olimpiade Matematika Internasional, David juga pernah menjadi salah satu wakil Indonesia di Olimpiade Matematika Asia Pasifik dan juara Olimpiade Sains Nasional pada 2004.
Kasus penikaman dosen yang berujung bunuh diri pelakunya ini kemarin menjadi pembicaraan hangat para mahasiswa, terutama para mahasiswa NTU sendiri.
Beberapa mahasiswa menyebut kemungkinan besar David mengalami tingkat stres yang tinggi karena menjadi mahasiswa teknik. Salah satu mahasiswa, Wise Guy, mengakui, menjadi mahasiswa teknik sangat sulit dan membuat gelisah setiap saat.
“Perkuliahan yang sering diadakan, laporan laboratorium, proyek-proyek, dan laporan hingga kehidupan sosial. Stres bisa menghampiri kapan saja. Pada saat itulah Anda harus bisa mengatasinya,” tulisnya.
Terry, mahasiswa lainnya, menulis, aktivitas yang sibuk selalu mewarnai kehidupan mahasiwa teknik. “Di saat-saat tertentu saya kadang merasa stres, tetapi saya tidak pernah berpikir untuk menusuk seorang dosen lalu meloncat untuk bunuh diri,” tulis Terry.
Sementara itu, pejabat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura menduga David kecewa akibat dihentikannya beasiswa yang diterimanya. Ia juga yakin David menusuk orang yang salah, mengingat sang profesor tidak memutuskan apa-apa terhadap beasiswa tersebut. “Tak ada masalah dengan profesor ini. Ia bukan orang yang menentukan pencabutan beasiswa. Staf NTU mengungkapkan, kemungkinan David salah sasaran,” tutur Djatmiko, pejabat protokoler KBRI Singapura.
Kata Djatmiko, sebetulnya saat ini merupakan tahun terakhir beasiswanya dan David sepertinya bingung. Padahal, ia bisa bekerja paruh waktu untuk menambahi biaya hidupnya. David menerima beasiswa ASEAN empat tahun lalu. Beasiswa ini untuk membiayai perkuliahannya di NTU. Setiap tahun ia menerima 5.800 dollar Singapura.
Sementara itu, Antara memberitakan, jenazah David kemarin telah dikremasi atau dibakar di Moday Cremation Singapura, Senin (3/3) sore. “Namun, keluarganya akan pulang membawa abu jenazah Davis pada Rabu,” kata Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Singapura Yayan GH Mulyana di Singapura, Selasa.
Sebelum dikremasi, jenazah David diotopsi di Singapore General Hospital untuk mengetahui penyebab pasti kematian mahasiswa tingkat akhir itu. Hasil otopsi baru akan diumumkan pihak Singapura sebulan kemudian.
Keputusan mengkremasi jenazah David dilakukan ayah dan ibu David setelah berkonsultasi dengan keluarga di Jakarta. Proses kremasi disaksikan ayah, ibu, dan kakak David serta perwakilan dari KBRI di Singapura. straits times/tis
Sumber : Kompas.com
Labels: beasiswa, David Hartanto Widjaja, News, NTU, olimpiade matematika
Saturday, February 21, 2009
Aksi Bajak Siswa Cerdas Berbakat Peserta Olimpiade Sains
1 comments Posted by Emilia SP at Saturday, February 21, 2009
Bajak membajak siswa cerdas berbakat ternyata telah terjadi di sekolah-sekolah mulai sejak tingkat SMP, ini di alami oleh temanku yang anaknya menjadi juara di olimpiade sains tingkat nasional, di datangi oleh salah satu sekolah internasional di tangerang yang menawari beasiswa 'Gratis' biaya masuk, biaya pendidikan dan lain-lainya jika mau masuk ke sekolah mereka. Dan ini juga di tawarkan kepada juara-juara yang lainnya.Sekolah-sekolah yang mengirimkan siswa nya ke event-event olimpiade sains, sekarang jadi harus berhati-hati dan siap-siap sajalah siswanya di bajak atau pindah sekolah.
Membajak siswa cerdas? mereka kurang sependapat, karena para siswa berkemampuan di atas rata-rata itu adalah aset, sehingga mereka berani memberi beasiswa buat siswa-siswa berbakat.
Demi prestise? mereka tidak menolak anggapan itu, kehadiran jago-jago Olimpiade Sains di Sekolah mereka, tentu bakal mendongkrak nama sekolah mereka walaupun sekolah baru berdiri.
Persaingan berebut siswa-siswa cerdas juga terjadi terjadi antar universitas Asia, tapi sudah mengglobal. Massachussets Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat (AS), Nanyang Technological University (NTU)Singapura misalnya, dikenal getol menawari beasiswa para peraih medali emas IPhO. Kini ada 25 alumnus IPhO Indonesia yang belajar di NTU .
Seperti Pangus Ho peserta Olimpiade Fisika Internasional ke-37 asal indonesia, Bangun pagi-pagi, mengaku terkejut, saat didapatinya formulir pendaftaran Nanyang Technological University (NTU)Singapura, diselipkan di bawah pintu kamar hotelnya. Sebelumnya, anggota tim Olimpiade Fisika Internasional ke-37 ini sempat dihampiri salah seorang profesor dan di tawari Beasiswa penuh baginya bila meneruskan studi di NTU.
Tapi bagi Pangus Ho, kuliah di luar negeri bukan 'hidangan' yang menarik, meski ia ditawari kuliah gratis di NTU tahun depan. "Saya tidak suka suasana belajar di Singapura. Di sini semua orang takut kalah," selorohnya.
Pangus menyebutnya kiasu, istilah populer di Singapura yang artinya persaingan amat keras. Ia khawatir, semangat yang menjadikan setiap orang tak mau kalah itu, membuatnya mementingkan diri sendiri alias individualis. "Kondisinya amat stres, tidak ada kebebasan, tidak enak."
Andika Putra, peraih medali emas IPhO ke-36 di Spanyol, serupa dengan Pangus. Ia menolak mentah-mentah tawaran beasiswa NTU. Kuliah di ITB lebih ia pilih, setelah diterima lewat jalur Ujian Saringan Masuk Prestasi tahun ini. "Bukan karena ada kontrak kerja selama tiga tahun, tapi iklim di sini (Singapura) tidak menyenangkan. Saya dengar banyak cerita teman-teman. Ego para siswa amat besar. Tidak enjoy untuk kuliah," katanya.
Peraih medali emas IPhO ke-37, Andy Octavian Latief, juga memilih jurusan Fisika UI melalui jalur PMDK, meski ia telah didatangi seorang profesor di NTU. Saat ditanya bukankah kuliah di luar negeri lebih terjamin kualitasnya? Andy menjawab, "Nggak juga. Sama saja-lah."
Perguruan tinggi asing (PTA) setiap tahun ''membajak'' sekitar 300 anak pintar dan genius dari Tanah Air.
Mereka memperoleh fasilitas sekolah gratis selama menempuh pendidikan di luar negeri. Konsekuensinya tentu saja kelak akan bekerja dan mengabdikan dirinya di tanah seberang.
sumber Republika, (17/6), milis tetangga, foto : beritabaru.com
Thursday, February 19, 2009
Undangan Tournament Futsal Tingkat Sekolah Dasar se- Kabupaten Tangerang
0 comments Posted by Emilia SP at Thursday, February 19, 2009SE-KABUPATEN TANGERANG
7 - 8 MARET 2009
PENYELENGGARA SMP AL ZAHRA iNDONESIA,
Informasi dan Pendaftaran :
- Rifa'i : 08138554407
- Ardhian : (021) 99936774
Tempat Pertandingan :
Lapangan Futsal SMP AL ZAHRA INDONESIA,
( peta lokasi ........> klik disini )
Jl. Boulevard Blog G Vila Dago Pamulang
TANGERANG SELATAN.
Segera daftarkan Team nya ya....
Labels: Futsal, News, smp al-zahra indonesia, Vila dago
Sunday, February 15, 2009
Jadwal dan Soal-Soal Olimpiade Sains (OSN) 2009
10 comments Posted by Emilia SP at Sunday, February 15, 2009Seleksi tingkat kabupaten/kota : 23 - 25 Maret 2009
Seleksi tingkat provinsi 2009 : 9 - 10 Juni 2009
Olimpiade Sains Nasional 2009 : September 2009
Dari hasil pembinaan dan kompetisi ini, akan dipilih siswa-siswi terbaik yang mewakili Indonesia pada ajang olimpiade sains internasional 2009
Olimpiade Sains Internasional 2009 yang tidak kalah bergengsi dengan kompetisi lainnya di tingkat dunia, akan diselenggarakan di delapan negara. International Mathematisc Olympiad (IMO) di Jerman, Asian Physics Olympiad (APhO) di Thailand, Internasional Physics Olympiad (IPhO) di Mexico, International Chemistry Olympiad (IChO) di Inggris, International Biology Olympiad (IBO) di Jepang, International Olympiad in Informatics (IOI) di Canada, International Olympiad in Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Iran, dan International Earth Science Olympiad (IESO) akan di selenggarakan di Taiwan.
karena banyak permintaan dari rekan-rekan guru, saya kumpulkan data base soal-soal Olimpiade di tingkat kabupaten/propinsi / nasional dan internasional untuk di download dan dipelajari :
Soal-Soal Olimpiade Fisika
Soal-Soal Olimpiade Kimia
Soal-Soal Olimpiade Biologi
Soal-Soal Olimpiade Astronomi
Selamat belajar dan mengajar , Semoga bermanfaat...
Labels: astronomi, Biologi, Fisika, Kimia, Latihan Soal, Matematika, News, Olimpiade, Sains
Tuesday, January 27, 2009
Situs Porno bisa dicegah dengan Bantuan Sekolah
3 comments Posted by Emilia SP at Tuesday, January 27, 2009Ia menambahkan guru sebagai bagian integral dari pendidikan harus bersama sama mengawasi siswa saat pelajaran yang menggunakan fasilitas internet dilakukan. "Situs memang bisa diblok, namun ia bisa beregenerasi menjadi situs lainnya," kata Bambang.
Sebenarnya, lanjut dia, siswa yang membuka situs porno di sekolah akan mudah ketahuan. "Di sekolah praktek seperti itu mungkin hanya sedikit, kebanyakan dari mereka membuka situs di warnet," ujarnya. Namun bkan tidak mungkin siswa berani mencoba di sekolah, "untuk itu perlu peran aktif dari guru," tegasnya.
Meski situs porno membayangi jaringan pendidikan nasional, lanjutnya, pemerintah akan tetap menyambung jaringan ini ke seluruh sekolah yang ada. "Situs porno hanya ekses, harus kita bendung sama-sama. Internet di sekolah merupakan kebutuhan pendidikan, tanpa itu kita ketinggalan," katanya.
Sebelumnya, Pakar telematika, Roy Suryo, mengatakan jaringan pendidikan nasional dapat memproteksi akses para pelajar ke situs porno. Hal itu dimungkinkan karena program jaringan pendidikan nasional menggunakan jaringan resmi. Proteksi terhadap situs-situs porno, dia melanjutkan, juga bisa dilakukan oleh para pengelola jaringan. Dalam hal ini sekolah harus dibekali pengetahuan untuk memproteksinya. Program untuk itu sudah banyak dan bisa diunduh.
Roy mengatakan saat ini ada sekitar 24,5 juta orang pengguna Internet. Menurut dia, rata-rata semua pengakses pernah mengunjungi situs porno. "Mungkin tidak konstan, tapi pasti pernah mengunjungi," katanya.
Departemen Pendidikan Nasional mencanangkan program jaringan pendidikan nasional untuk sekolah-sekolah. Sebanyak 212 sekolah di seluruh Indonesia akan memiliki akses ke jaringan pendidikan nasional. Program tersebut diwarnai kekhawatiran tentang kemungkinan siswa bisa mengakses situs porno.
Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Romi Satria Wahono, mengatakan keberadaan situs porno tidak bisa dihambat. Saat ini ada lebih dari 1,3 miliar halaman situs porno dalam jaringan Internet. Kontribusi dari situs porno tersebut mencapai 18 miliar dolar per tahun, ujarnya dalam diskusi bertema "Siapkah Sekolah Menerima Internet?" pada Kamis lalu.
Bisnis pornografi, ia melanjutkan, mencapai angka 80 persen dari seluruh bisnis yang ada. Sebanyak 60 persen dari 1 miliar pengguna Internet dunia membuka situs porno saat terkoneksi dengan jaringan. Dalam setahun bahkan ada 600 film porno baru yang diproduksi.
Kalaupun ditutup, situs porno yang ada dalam jaringan bisa menggunakan identitas lain untuk situsnya. Tinggal menambah angka 1 atau 2 di belakangnya dan situs bisa dioperasikan lagi.
Romy menjelaskan, seks atau pornografi adalah topik yang paling banyak dicari di jaringan Internet. Selain membuat situs khusus pornografi, pembuat situs terkadang meniru situs badan, lembaga, atau ofisial tertentu dan mengganti content di dalamnya dengan mengganti domainnya saja.
Sumber : Koran Tempo
Labels: News, Situs Porno, Tempo
Wednesday, January 14, 2009
Call for Papers Konferensi Nasional Arah Baru Pengembangan Kepemimpinan Perempuan dalam Pendidikan Islam
1 comments Posted by Emilia SP at Wednesday, January 14, 2009Info Seminar dari LAPIS – PGMI (Learning Assistance Program for Islamic Schools – Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah),
Sebuah badan donor yang dibiayai oleh Pemerintah Australia, akan menyelenggarakan Konferensi Nasional dengan tema Arah Baru Pengembangan Kepemimpinan Perempuan dalam Pendidikan Islam.
Konferensi akan dilaksanakan pada tanggal 26 – 28 Mei 2008 di Surabaya, dengan keynote speaker Menteri Agama Republik Indonesia/Direktur Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, para praktisi, peneliti, dan pemimpin pendidikan Islam inklusi.
Mengundang para praktisi dan peneliti pendidikan dari sekolah/madrasah dan perguruan tinggi, aktivist NGO (Non-Government Organization) dan Organisasi Masyarakat, perwakilan Pondok Pesantren, dan masyarakat umum pemerhati pendidikan, untuk menyajikan makalah ilmiah dan/atau praktis dengan sub tema sebagai berikut:
1. Pendidikan Islam Inklusi
2. Kebijakan Kepemimpinan Perempuan dalam Lingkup Pendidikan Islam
3. Kualitas dan Profesionalitas Kepemimpinan Perempuan
4. Kepemimpinan Perempuan dalam Pendidikan Inklusi
5. Strategi dan implementasi kepemimpinan perempuan dalam pendidikan inklusi
Malakah bisa ditulis oleh individual atau kelompok, namun bila terpilih hanya akan ada satu nama yang diundang. Makalah terpilih akan dimuat pada sejumlah jurnal. Pemakalah terpilih akan diundang dalam konferensi dan menyajikannya dalam Seminar Kamar yang menyertai Konferensi ini. Pemakalah terpilih akan mendapat penggantian dana penulisan dan pemuatan sebesar Rp. 1200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah) dan biaya transport dengan batas tertentu serta penyediaan akomodasi selama Konferensi. Konferensi menyediakan slot untuk 17 makalah terpilih. Namun panitia juga akan mempertimbangkan makalah yang masuk berdasar keterwakilan isu atau topik yang disajikan di atas.
Abstrak (250 kata) dan makalah (2000 – 2500 kata) dikirimkan paling lambat tanggal 12 Februari 2009, dalam bentuk word 97-2003/rtf/pdf, melalui enquiry@lapis-pgmi.org
Keterangan lebih lanjut: 031 8473068 (Sari/Yati) atau enquiry@lapis-pgmi.org
untuk informasi selengkap nya silahkan lihat http://www.lapis-pgmi.org/
Monday, December 29, 2008
Berita Sedih dan Gembira Di Tahun Baru 2009
8 comments Posted by Emilia SP at Monday, December 29, 2008Bagi Pelamar yang dinyatakan lulus Seleksi Penerimaan CPNSD Provinsi Banten dapat segera melapor pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten pada tanggal 23 s/d 24 Desember 2008, 30 s/d 31 Desember 2008, dan 5 Januari 2009, bertempat di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten Jln. KH. Syam'un No 5, Serang, pukul 09.00 s/d 16.00 WIB untuk mengisi Daftar Riwayat Hidup dan Surat Pernyataan yang disediakan di BKD Provinsi Banten dengan membawa kelengkapan berkas yang diperlukan.
Berita Sedih dan Gembira ?
Pada saat liburan sekolah dan tahun baru Hijriah ini saya mendapat khabar dari rekan di Diknas Pamulang bahwa 18 orang guru di sekolah ku mengikuti tes CPNS di Banten dan DKI, Sedih nya adalah mendengar berita itu dari orang lain, mungkin mereka takut kalau tidak di izinkan oleh sekolah.
Dan khabar (sementara ) yang mengembirakan nya adalah 3 orang dari mereka di terima sebagai CPNS, he..he..he.. senang dan bangga juga guru sekolah ku ada yang di terima karena tidak mudah untuk lulus seleksi mengingat pesertanya yang cukup banyak. Tetapi yang membuat ku sedih lagi adalah jika mengingat akan terjadi perpisahan, mereka adalah guru-guru terbaik disekolahku... dan kenangan yang indah (dalam suka dan duka ) bersama mereka selama belajar dan mengajar di sekolah mendidik anak-anak, membina ekskul, persiapan Olimpiade dll...
Selamat yah..buat rekan-rekan ku yang diterima menjadi CPNS, Selamatbertugas, semoga sukses di tempat yang baru (walaupun jauh di plosok ) dapat lebih berprestasi lagi. Bekerja dimanapun sama; sekali guru tetap guru dan 'Guru adalah pekerjaan yang mulia'
Buat rekan guru yang ikut seleksi tapi tidak terima besok menghadap Pimpinan Sekolah yah ....he..he..he.. (bingung saya menyikapinya, sedih apa senang mendengarnya ? ) lain kali rekan-rekan bilang dulu kalo mau ikut seleksi agar persiapannya jadi lebih baik buat guru maupun buat sekolah kita, mungkin khan saya bisa bantu untuk kisi-kisi soal CPNS nya.
Di tahun 2009 nanti yang pasti akan tambah pekerjaan baru dari sekolah untuk seleksi penerimaan guru baru yang lebih baik lagi, kemudian kita training lagi,....dan seterusnya ... kalau sudah pintar dan pengalaman ... tes CPNS lagi...... jika mereka di terima pegawai negeri ... kita cari guru baru lagi...capek..deh..... Pemerintah pasti senang mendapat guru-guru swasta yang bagus-bagus dan berpengalaman.



















